BerandaNTBLOMBOK TIMURHasil Tangkapan Nelayan Ekas Masih Terbatas

Hasil Tangkapan Nelayan Ekas Masih Terbatas

Selong (Suara NTB) – Hasil tangkapan ikan nelayan di Desa Ekas Buana, Kecamatan Jerowaru, Lombok Timur (Lotim) masih terkendala keterbatasan armada. Ketua Kampung Nelayan Merah Putih (KNMP) Ekas Buana, Yanto Silmi, mengungkapkan bahwa dari 277 nelayan tercatat, mayoritas masih mengandalkan kapal berukuran kecil di bawah 1 Gross Ton (GT).


Total kapal yang tersedia saat ini sebanyak 258 unit. Diakumulasi per tahun hanya mendapatkan sekitar 5 ton berbagai jenis ikan.


“Kapal yang dominan saat ini adalah kapal kecil berkapasitas 1 GT. Memang ada yang 5 GT dan 10 GT. Namun jumlahnya masih sangat terbatas,” ujar Yanto menjawab Suara NTB saat ditemui di KNMP, Jumat (31/7/2026).


Keterbatasan ini berdampak langsung pada hasil tangkapan yang sangat bergantung pada kondisi cuaca. Rata-rata, dalam satu kali turun melaut, kapal penangkap tongkol atau cakalang bisa mendapatkan hasil hingga 1 ton lebih. Namun dalam kurun waktu satu tahun, akumulasi hasil tangkapan baru mencapai lebih dari 5 ton per tahun.


Meski demikian, omzet bersih dari penjualan ikan selama satu minggu tercatat mencapai Rp2 juta.
Menanggapi kondisi tersebut, Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) berkomitmen memberikan bantuan signifikan. Awalnya, nelayan hanya mengajukan 10 unit kapal berkapasitas 5-10 GT melalui proposal. Namun dalam kunjungan Menteri KKP Sakti Wahyu Trenggono, janji bantuan dinaikkan menjadi 50 unit kapal.


“Kami diberikan luar biasa. Kami dijanjikan kapal sebanyak 50 unit. Ini merupakan sumbangsih yang akan dimanfaatkan oleh masyarakat nelayan kami,” ungkap Yanto penuh syukur.
Bupati Lombok Timur Haerul Warisin membenarkan hal tersebut. Menurutnya, keluhan utama nelayan adalah keterbatasan kapal besar yang membuat area tangkapan terbatas. “Pemda sudah mengajukan kebutuhan 5-10 GT sejak awal, dan ternyata respon pusat sangat positif. Dari 10, kini ditambah menjadi 50 unit,” jelasnya.


Berbagai fasilitas penunjang di KNMP Ekas Buana kini sudah berjalan. Pabrik es yang telah beroperasi selama tiga bulan kini mengalami peningkatan permintaan dari nelayan dan pedagang ikan keliling untuk menjaga kualitas ikan. Bengkel nelayan juga sudah beroperasi menyediakan onderdil, oli, dan peralatan mesin, sehingga nelayan tidak perlu jauh-jauh lagi untuk servis kapal.


Selain itu, kios kuliner yang menyewakan 20 pintu kepada anggota menghasilkan pendapatan sewa Rp54 juta yang dijadikan modal untuk membeli ikan dari nelayan.


Dengan tambahan armada baru, Yanto berharap hasil tangkapan nelayan Ekas Buana bisa meningkat signifikan. “Karena pada saat ini nelayan kami memang butuh kapal kapasitas 5 GT. Ke depannya, untuk mensuplai kegiatan di sini sangat memungkinkan mendapatkan hasil tangkapan yang lebih banyak,” punkasnya. (rus)

IKLAN

RELATED ARTICLES

IKLAN





VIDEO