BerandaNTBKOTA MATARAMSasar Tiga Bidang

Sasar Tiga Bidang

PEMERINTAH Kelurahan Punia, Kecamatan Mataram, menetapkan tiga sektor prioritas dalam pelaksanaan Program Desa/Kelurahan Berdaya yang didanai Pemerintah Provinsi NTB. Melalui program tersebut, Kelurahan Punia menerima alokasi anggaran sebesar Rp300 juta yang akan difokuskan untuk penguatan ketahanan pangan, pengembangan pariwisata berbasis masyarakat, dan peningkatan kualitas lingkungan hidup.

Lurah Punia, Lalu Suyudianingrat Atmanegara, menjelaskan bahwa ketiga sektor yang dipilih memiliki sasaran dan manfaat yang berbeda, namun saling mendukung dalam meningkatkan kesejahteraan masyarakat.

Pada sektor ketahanan pangan, bantuan akan diarahkan kepada kelompok peternak ayam petelur, peternak kambing, serta kelompok pembudidaya ikan air tawar yang telah berjalan di wilayah Kelurahan Punia. Bantuan yang diberikan tidak hanya berupa bibit ternak dan ikan, tetapi juga pakan serta berbagai kebutuhan penunjang lainnya.

“Kami akan melakukan pengadaan pakan, bibit, dan kebutuhan lainnya untuk mendukung kelompok peternakan dan perikanan yang menjadi sasaran program,” ujarnya, Jumat (5/6).

Menurut Atmanegara, sektor ketahanan pangan dipilih karena memiliki potensi untuk meningkatkan pendapatan masyarakat sekaligus mendukung ketersediaan pangan di tingkat lokal. Melalui bantuan tersebut, kelompok usaha yang sudah ada diharapkan dapat berkembang dan menjadi lebih produktif.

Sementara itu, pada sektor lingkungan hidup, program akan difokuskan pada upaya peningkatan kebersihan dan kelestarian lingkungan. Kegiatan yang direncanakan meliputi reboisasi sampah di sejumlah titik serta pembangunan gumbeleng atau tempat dedoro sebagai sarana pendukung pengelolaan sampah di lingkungan masyarakat.

Adapun pada sektor pariwisata, Kelurahan Punia memilih pemberdayaan pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) kuliner lontong. Kuliner tersebut selama ini menjadi salah satu produk usaha yang cukup dikenal dan digeluti masyarakat setempat.

Melalui program ini, pemerintah kelurahan akan memberikan bantuan berupa gerobak dan berbagai peralatan usaha yang disesuaikan dengan kebutuhan penerima manfaat.

Atmanegara menjelaskan, penetapan penerima bantuan tidak dilakukan secara langsung. Setiap lingkungan akan diminta mengusulkan calon penerima yang kemudian akan diverifikasi dan diseleksi oleh pemerintah kelurahan.

Ia menegaskan proses seleksi diperlukan agar bantuan benar-benar diterima oleh masyarakat yang membutuhkan dan memiliki komitmen untuk mengembangkan usaha yang dijalankan.

Untuk sektor UMKM kuliner lontong, jumlah penerima bantuan diperkirakan berkisar antara 20 hingga 25 orang. Pemerintah kelurahan berharap bantuan tersebut dapat menjadi stimulus bagi pengembangan usaha masyarakat dan membuka peluang peningkatan pendapatan keluarga.

Terkait pembagian anggaran, Atmanegara mengatakan dana Program Kelurahan Berdaya akan dibagi secara proporsional dan merata pada ketiga sektor prioritas tersebut. Masing-masing sektor akan memperoleh alokasi sekitar Rp100 juta.

“Kalau saya, anggarannya dibagi rata. Masing-masing bidang mendapatkan Rp100 juta,” pungkasnya. (pan)

IKLAN

spot_img
RELATED ARTICLES

IKLAN





VIDEO