Selong (Suara NTB) – Seorang anak perempuan berusia 12 tahun meninggal dunia diduga akibat tersengat aliran listrik di kamar mandi pembilasan sebuah warung di kawasan wisata Gili Lampu, Desa Padak Guar, Kecamatan Sambelia, Lombok Timur (Lotim), Sabtu (6/6/2026).
Korban diidentifikasi bernama Arena Olivia (12), warga Dusun Bebokar, Desa Pengadangan, Kecamatan Pringgasela, Lotim. Satu korban lain, Cindi Ayu Atira (12) yang juga mengalami sengatan listrik masih menjalani perawatan di Puskesmas Sambeli
Berdasarkan keterangan saksi Emiyudia (35), seorang guru, rombongan tiba di Pantai Gili Lampu sekitar pukul 09.00 Wita. Setelah beraktivitas di pantai, pada pukul 13.00 Wita mereka hendak melaksanakan salat Zuhur dan menuju tempat pembilasan milik seorang warga bernama Sarah.
Beberapa menit kemudian, anak-anak murid bergantian masuk ke kamar mandi untuk membilas diri. Saat itu, dua orang berada di dalam kamar mandi dan dua orang di luar. Tiba-tiba terdengar teriakan dari dalam disertai suara benda jatuh.
Pemilik warung yang mendengar suara tersebut segera menuju ke belakang dan mendapati korban dalam keadaan tergeletak di dalam kamar mandi.
Kedua korban segera dilarikan ke Puskesmas Sambelia untuk mendapatkan perawatan medis. Namun, Arena Olivia dinyatakan meninggal dunia di puskesmas. Sementara Cindi Ayu Atira masih dalam perawatan intensif.
Jenazah korban telah dipulangkan ke rumah duka di Dusun Bebokar, Desa Pengadangan, menggunakan ambulans Puskesmas Sambelia.
Diduga Tersengat Listrik
Kasi Humas Polres Lombok Timur, Iptu Lalu Rusmaladi, menjelaskan bahwa pihak kepolisian telah melakukan pengecekan dan olah tempat kejadian perkara (TKP). Pemeriksaan saksi-saksi, yakni Nurullah (44), Emiyudia (35), dan Samsudin (36) pun dilakukan dan telah melakukan pemasangan garis polisi (police line). Tim NAFIS Polres Lotim sudah berkoordinasi dengan Puskesmas Sambelia. Pihak keluarga menyatakan menolak untuk dilakukan otopsi.
Iptu Lalu Rusmaladi menyampaikan, kejadian meninggalnya korban diduga akibat kelalaian pemilik pembilasan yang tidak mengetahui bahwa mesin air dalam kondisi rusak.
“Pemilik tidak menyadari adanya korsleting pada mesin air, sehingga mengakibatkan aliran listrik merambat ke air di kamar mandi,” ujarnya.
Kepolisian saat ini masih terus mendalami kasus tersebut dan mengimbau para pengelola fasilitas umum, terutama tempat wisata, untuk lebih memperhatikan keamanan instalasi listrik guna mencegah kejadian serupa terulang. (rus)


