Taliwang (Suara NTB) – Pemerintah Kabupaten Sumbawa Barat (KSB) mulai menyiapkan berbagai infrastruktur penunjang untuk menangkap peluang ekonomi dari rencana operasional Bandara Kiantar di Kecamatan Poto Tano. Salah satu langkah adalah membangun kawasan kuliner di sekitar bandara serta selter terpadu bagi pengguna jasa penyeberangan di kawasan Simpang Tiga Tugu KPKSB.
Bupati Sumbawa Barat, H. Amar Nurmansyah, mengatakan pembangunan kawasan kuliner menjadi bagian dari upaya pemerintah daerah, agar keberadaan bandara nantinya memberikan dampak ekonomi langsung bagi masyarakat lokal.
Saat ini proses pengurusan izin pemanfaatan bandara untuk kebutuhan umum masih berlangsung. Pemerintah daerah bersama PT Amman Mineral Nusa Tenggara (AMNT) telah menandatangani nota kesepahaman terkait pemanfaatan bandara tersebut. “Sesuai dengan kesepakatan kita dengan pemanfaatan bandara khusus PT AMNT, bisa difungsikan juga untuk kebutuhan umum atau komersial. Ini sedang berproses, kita sudah ada MoU dengan AMNT untuk fungsi itu,” ujarnya.
Dijelaskan Bupati, izin operasional bandara untuk kebutuhan khusus perusahaan telah tersedia. Sementara, izin untuk penggunaan umum saat ini sedang diproses di Kementerian Perhubungan dan ditargetkan selesai dalam tiga hingga empat bulan mendatang.
Dikatakan,melihat potensi pergerakan orang dan aktivitas ekonomi yang akan muncul setelah bandara beroperasi, pemerintah daerah mulai menyiapkan lokasi khusus bagi pelaku usaha lokal. Bahkan, lahan yang dibutuhkan untuk kawasan kuliner tersebut telah disurvei.
“Ketika Bandara Kiantar Poto Tano beroperasi pasti ada dampaknya buat masyarakat setempat. Makanya, saya minta dinas teknis mencari lahan sekitar bandara untuk penempatan spot lokasi kuliner. Kemarin sudah disurvei, kita butuh lahan sekitar satu hektare untuk spot itu,” ungkap Bupati.
Pemerintah daerah lanjutnya, telah menyiapkan anggaran pembebasan lahan melalui APBD Perubahan tahun ini. Setelah proses tersebut selesai, pembangunan lapak kuliner ditargetkan mulai dikerjakan pada tahun 2027.
Selain kawasan kuliner, Pemkab KSB juga akan menata kawasan eks Balai Latihan Kerja (BLK) Poto Tano menjadi selter terpadu bagi masyarakat dan pengguna jasa transportasi penyeberangan.
Di lokasi yang berada tidak jauh dari Simpang Tiga Tugu KPKSB itu, pemerintah berencana membangun area istirahat, lapak pedagang, pusat kuliner, area parkir, hingga loket penjualan tiket kapal yang selama ini tersebar di sepanjang jalan.
“Termasuk juga di eks BLK Poto Tano tahun ini akan kita tata. Kita akan jadikan selter tempat mampir kendaraan. Kita sudah punya desainnya, kita akan tempatkan lapak dagangan dan kuliner termasuk pos penjualan karcis kapal yang ada di pinggir jalan kita masukkan ke dalam komplek selter itu supaya tertib,” beber Bupati.
Lanjut Bupati menyatakan, penataan tersebut bertujuan menciptakan kawasan yang lebih tertib, nyaman, dan representatif bagi para pengguna jasa penyeberangan maupun masyarakat yang beraktivitas di wilayah Poto Tano.
Pembangunan selter terpadu itu telah dialokasikan dalam anggaran tahun 2026 dan direncanakan mulai dikerjakan dalam waktu dekat. Pemerintah berharap keberadaan bandara, kawasan kuliner, dan selter terpadu nantinya dapat menjadi pusat pertumbuhan ekonomi baru di wilayah gerbang barat Pulau Sumbawa tersebut.(bug)


