BerandaPENDIDIKANSPMB SMAN 1 Gunung Sari, Jalur Mutasi Sepi, Kuota Afirmasi Terpenuhi

SPMB SMAN 1 Gunung Sari, Jalur Mutasi Sepi, Kuota Afirmasi Terpenuhi

Mataram (Suara NTB) – Pendaftaran Sistem Penerimaan Murid Baru (SPMB) 2026 di Sekolah Menengah Atas Negeri (SMAN) 1 Gunung Sari berjalan lancar. Sejak Selasa (2/6/2026), sekolah ini telah membuka pendaftaran untuk dua jalur awal, yaitu jalur Afirmasi dan jalur Mutasi.


Namun, hasil dari kedua jalur tersebut menunjukkan kondisi yang bertolak belakang. Pada jalur Afirmasi, SMAN 1 Gunung Sari membuka kuota untuk 130 orang. Jalur ini diminati oleh 135 pendaftar, dengan hasil akhir 129 calon siswa dinyatakan diterima.


Sebaliknya, pendaftar di jalur Mutasi justru sepi peminat. Dari total kuota 22 kursi yang disediakan, hanya ada dua orang yang mendaftarkan diri.


Pihak sekolah memastikan bahwa sisa kuota yang tidak terpenuhi pada jalur Mutasi ini tidak akan hangus, melainkan bakal dialihkan untuk memperkuat jalur pendaftaran berikutnya.


“Sisa kuota yang belum terpenuhi otomatis akan menambah kuota jalur Domisili,” kata Wakil Kepala SMAN 1 Gunung Sari, Mansur, Selasa (9/6/2026).


Mansur menambahkan, secara umum pelaksanaan SPMB tahun ini telah berjalan sesuai dengan Permendikdasmen No 3 Tahun 2025 tentang SPMB. Hanya saja, kebijakan percepatan jadwal di wilayah NTB sempat membuat pihak sekolah kewalahan. Biasanya, SPMB baru dimulai pada pertengahan Juni.


“Sehingga sekolah kalang kabut karena bersamaan dengan ujian semesteran, pelaksanaan OSN dan pembagian rapor nanti tanggal 20 Juni,” jelasnya.


Menurut Mansur, jadwal pelaksanaan SPMB ke depan sebaiknya lebih mempertimbangkan kalender pendidikan agar tidak terjadi tabrakan kegiatan di internal sekolah. Terlebih lagi, sistem SPMB yang bermigrasi ke ranah daring (online) menuntut pihak sekolah mengeluarkan tenaga ekstra karena banyak pendaftar yang belum familier dengan mekanismenya.


“Karena pada kenyataannya meski SPMB dapat dilakukan mandiri online tetapi kebanyakan orang tua dan calon siswa belum mampu sehingga tetap harus dibantu pihak sekolah,” tuturnya.


Menanggapi kendala teknis penyesuaian sistem daring ini, Panitia SPMB NTB sebelumnya sudah mengingatkan para pendaftar agar tidak panik. Panitia meminta masyarakat dan calon siswa untuk membaca sekaligus memahami alur pendaftaran yang telah disediakan di situs resmi SPMB sebelum melakukan pengisian data.


“Kalaupun seandainya sekarang ada yang belum mtahu alurnya. Di Website (laman) itu sudah ada petunjuk, tinggal klik. Di situ sudah ada alur-alur yang bisa dilakukan di saat pendaftaran,” ujar Sekretaris SPMB NTB, Muazzam.


Jika panduan di situs resmi dirasa masih kurang jelas, Muazzam mengarahkan calon peserta didik untuk langsung berkonsultasi dengan operator SPMB di sekolah tujuan masing-masing. Di samping itu, panitia tingkat provinsi juga telah menyediakan posko pengaduan resmi.

Posko ini berfungsi sebagai wadah untuk mengakomodasi seluruh keluhan, aduan, maupun laporan yang muncul selama proses SPMB berlangsung. “Kita sudah menyediakan posko. Dari tadi memang ada teman-teman yang sudah datang kemari, ada kejadian yang lupa password, dan kendala teknis lain yang langsung dilayani di posko,” pungkasnya. (sib)

IKLAN

spot_img
RELATED ARTICLES

IKLAN





VIDEO