Mataram (Suara NTB) – Komitmen Pemerintah Kabupaten Lombok Barat (Lobar) dalam memajukan sektor kebudayaan terus diperkuat. Bupati Lobar, Lalu Ahmad Zaini (LAZ), mengutus Kepala Dinas Dinas Pekerjaan Umum, Penataan Ruang, Perumahan dan Kawasan Permukiman (PUPRPKP) Lobar, Lalu Ratnawi, untuk melakukan koordinasi terkait rencana pembentukan Museum Kabupaten Lobar.
Kunjungan tersebut dilakukan ke Museum Negeri NTB bersama Kepala Bidang Cipta Karya Dinas PUPRPKP Lombok Barat, Maskimi yang diterima langsung Kepala Museum NTB, Ahmad Nuralam, Kamis (11/6/26).
Kepala Dinas PUPRPKP Lobar, Lalu Ratnawi, menjelaskan bahwa kedatangannya ke Museum Negeri NTB merupakan tindak lanjut dari arahan Bupati Lobar untuk menyiapkan perencanaan pembangunan museum daerah.
“Pak Bupati meminta kami menyusun konsep dan Detail Engineering Design (DED) pembentukan Museum Lombok Barat. Karena itu, kami datang untuk berkoordinasi dan mendapatkan masukan terkait konsep serta kebutuhan pembangunan museum,” ujarnya.
Lokasi yang direncanakan untuk pembangunan museum berada di kawasan Gedung Kebudayaan Narmada. Menurut Ratnawi, pemilihan lokasi tersebut dinilai strategis karena sejalan dengan upaya pemerintah daerah dalam mengembangkan kawasan Narmada dan Lingsar sebagai pusat aktivitas budaya dan destinasi wisata berbasis warisan budaya.
“Ini kunjungan yang pertama, dan akan kami lakukan kembali agar konsep yang kami buat lebih lengkap,” terangnya.
Sementara itu Kepala Museum NTB, Ahmad Nuralam menyambut baik inisiatif dari Bupati Lobar untuk membangun museum daerah. Menurutnya inisiataif ini adalah bukti bahwa Bupati Lobar sangat memperhatikan aspek kebudayaan dan kesenian.
“Rabu kemarin (10/6/26) saya ditelepon oleh pak bupati terkait dengan keinginan beliau untuk membangun museum. Dan kami diminta untuk memberikan saran terkait dengan hal tersebut,’’ ujarnya.
Pembentukan museum ini selaras dengan program “Kotaku Museumku, Kampungku Museumku” sebagai rencana strategis Museum NTB dalam mendorong setiap kabupaten/kota dan desa memiliki museum.
Saat ini, lanjut Nuralam, Lobar telah memiliki empat museum desa se-Kabupaten Lobar yang menjadi fondasi penting dalam penguatan pelindungan dan pelestarian kebudayaan berbasis masyarakat
“Jadi kalau Museum Lombok Barat ini terbentuk, maka ini museum yang pertama untuk kabupaten/kota yang berada di Pulau Lombok,” jelasnya. (ham)


