Mataram (Suara NTB) – Universitas Mataram (Unram) kembali menegaskan komitmennya untuk menghadirkan profesor berdampak melalui pengukuhan enam guru besar di Ruang Sidang Senat Unram, pada Rabu (10/6/2026). Momentum akademik ini tidak sekadar menjadi penanda pencapaian karier akademik tetapi juga memperkuat peran strategis guru besar sebagai penggerak inovasi, penghasil solusi, dan agen transformasi yang mampu menjawab berbagai tantangan pembangunan di tingkat daerah, nasional, hingga global.
Prosesi pengukuhan berlangsung khidmat, dibuka oleh Ketua Senat Unram, Prof. Dr. Ir. Sukartono, M.Agr. dan prosesi pengukuhan dipimpin langsung oleh Rektor Unram Prof. Dr. Sukardi, M.Pd.
Adapun 6 guru besar yang dikukuhkan adalah:
- Prof. Ir. Zainuri, PGDip., M. App.Sc., Ph.D., Guru Besar Tetap Fakultas Teknologi Pangan dan Agroindustri Universitas Mataram, Bidang Ilmu Teknologi Pasca Panen
- Prof. Dr. Ir. Lolita Endang Susilowati, MP., Guru Besar Tetap Fakultas Pertanian Universitas Mataram, Bidang Ilmu Kesuburan Tanah
- Prof. Syahrul, ST., M.A.S.c., Ph.D., Guru Besar Tetap Fakultas Teknik Universitas Mataram, Bidang Ilmu Perpindahan Panas dan Massa, Konversi Energi, Teknik Mesin
- Prof. Baiq Rien Handayani, SP., M.Si., Ph.D., Guru Besar Tetap Fakultas Teknologi Pangan dan Agroindustri Universitas Mataram, Bidang Ilmu Teknologi Pangan
- Prof. Dr. Hirsanuddin, SH., M.Hum., Guru Besar Tetap Fakultas Hukum, Ilmu Sosial, dan Ilmu Politik Universitas Mataram, Bidang Ilmu Hukum Syari’ah/hukum Perbankan Syari’ah
- Prof. Dr. Ir. Ngudiyono, ST., MT., IPM., Guru Besar Tetap Fakultas Teknik Universitas Mataram, Bidang Ilmu Teknik Sipil
Rektor Unram, Prof. Dr. Sukardi, M.Pd., dalam sambutannya menyampaikan ucapan selamat kepada guru besar yang dikukuhkan. Prof. Sukardi menyampaikan bahwa Profesor Berdampak merupakan sosok akademisi yang tidak hanya menghasilkan pengetahuan baru, tetapi juga mampu mentransformasi masyarakat dan wilayah, mengakselerasi hilirisasi riset dan inovasi, membina talenta-talenta muda, memperkuat kolaborasi lintas disiplin, serta memberikan kontribusi nyata dalam penguatan kebijakan berbasis ilmu pengetahuan.
“Profesor Berdampak tidak hanya untuk memperkaya khazanah ilmu pengetahuan, tetapi juga menghadirkan gagasan, inovasi, dan solusi yang dapat menjawab kebutuhan masyarakat.” ungkapnya.
Menurutnya, tantangan ke depan bukan hanya menghasilkan riset yang berkualitas melainkan tetapi juga memastikan agar hasil riset tersebut dapat memberikan dampak yang nyata.
Dengan demikian, pengembangan ilmu pengetahuan tidak berhenti pada publikasi dan pengakuan akademik, tetapi berlanjut pada upaya menghadirkan solusi yang relevan, aplikatif, dan bermanfaat bagi masyarakat.
“Guru besar yang tidak hanya mampu menjawab pertanyaan zaman, tetapi juga mampu merumuskan pertanyaan-pertanyaan baru yang akan menentukan arah peradaban berikutnya. Selain itu guru besar tidak boleh berperan hanya sebagai produsen karya ilmiah melainkan menjadi pemimpin transformasi yang mampu mengubah cara berpikir masyarakat, cara institusi bekerja, dan cara bangsa memandang masa depan.” ungkapnya. (*)


