Sumbawa Besar (Suara NTB) – Bupati Sumbawa, Ir. H. Syarafuddin Jarot melantik dan mengukuhkan sebanyak 209 orang Aparatur Sipil Negara (ASN) pada, Jumat (12/6). Para abdi negara yang dilantik terdiri dari 195 jabatan fungsional dan 14 jabatan pelaksana. Sebagai aparatur negara diminta menjadi wajah birokrasi yang baik.
“Jadi mereka yang dilantik hari ini merupakan orang terpilih dari tahap seleksi yang cukup ketat. Mereka juga telah memenuhi persyaratan yang ditentukan, menjalani masa percobaan, memperoleh penilaian kinerja baik, lulus pelatihan dasar CPNS, dan memenuhi ketentuan administrasi kepegawaian,” kata Haji Jarot, Kamis (12/6).
Bupati mengingatkan, status ASN bukan hadiah melainkan amanah selalu datang bersama tanggung jawab. Status ASN juga memiliki kewajiban yang sangat besar terutama dalam melayani masyarakat secara profesional, adil, cepat, dan manusiawi.
Dikatakan, masyarakat tidak terlalu peduli posisi ASN sebagai pejabat tinggi,pejabat administrator, pejabat fungsional, atau pelaksana. Tetapi yang mereka rasakan adalah apakah urusannya dipermudah atau dipersulit.
“Apakah mereka dilayani dengan ramah atau justru dipingpong dari satu meja ke meja yang lain. Apakah pemerintah hadir sebagai solusi atau malah menjadi sumber persoalan baru,” tambahnya.
Orang nomor satu di Kabupaten Sumbawa berharap para ASN yang diambil sumpahnya harus mampu menghadirkan wajah birokrasi yang lebih baik. Wajah birokrasi yang tidak berjarak dengan masyarakat dan mau mendengar serta birokrasi yang bekerja bukan karena diawasi.
Ia mengingatkan, sumpah pelantikan yang telah diucapkan jangan dipandang sebagai formalitas administrasi semata. Sumpah tersebut merupakan perjanjian moral bukan hanya dengan pemerintah, tetapi juga dengan tuhan yang maha Esa.
“Sumpah tersebut harus menjadi pengingat sepanjang karier sebagai ASN. Ketika nanti ada godaan jabatan, kekuasaan, penyalahgunaan kewenangan, dan pelarangan lain ingatlah kembali sumpah yang telah diucapkan tersebut,” ujarnya.
Ia memberikan perhatian khusus terhadap para ASN yang memegang jabatan fungsional. Kedepan jabatan fungsional semakin strategis dalam birokrasi modern. Karena di organisasi pemerintah membutuhkan aparatur yang memiliki kompetensi teknis kuat, kemampuan analisis baik, serta kemauan untuk terus belajar dan berinovasi.
“Saya berharap saudara-saudara tidak berhenti mengembangkan kapasitas diri. Dunia berubah sangat cepat, teknologi berkembang dengan sangat pesat. Sehingga cara kerja birokrasi juga terus mengalami transformasi,” timpalnya.
Kabupaten Sumbawa membutuhkan ASN yang tidak hanya pandai bekerja rutin, tetapi juga mampu menghadirkan gagasan, terobosan, dan solusi terhadap berbagai persoalan pembangunan daerah. Ia turut mengingatkan kebanggaan itu harus terus dijaga dengan kinerja yang baik.

