PEMERINTAH Kelurahan Monjok Timur, Kecamatan Selaparang, membentuk Pos Layanan Pengaduan Permasalahan Bantuan Sosial (Polantas Bansos) untuk mengakomodasi berbagai keluhan masyarakat terkait penyaluran bantuan sosial pemerintah.
Layanan yang beroperasi di Kantor Lurah Monjok Timur ini menjadi ruang bagi masyarakat untuk memperoleh informasi sekaligus menyampaikan berbagai kendala yang dihadapi terkait program bantuan sosial pemerintah. Kehadiran pos layanan tersebut diharapkan dapat mempercepat penyelesaian persoalan yang selama ini sering membingungkan masyarakat.
Lurah Monjok Timur, Sumanto, mengatakan Polantas Bansos dijadwalkan beroperasi satu kali dalam sepekan, yakni setiap hari Kamis di kantor lurah.
“Di pos ini ada pendamping Program Keluarga Harapan (PKH), Tenaga Kesejahteraan Sosial Kecamatan (TKSK), Pekerja Sosial Masyarakat (PSM), serta operator yang akan melayani masyarakat,” ujarnya, Kamis (18/6).
Ia menjelaskan, keberadaan Polantas Bansos telah disosialisasikan melalui kepala lingkungan, ketua RT, kader, serta berbagai saluran media sosial. Sosialisasi dilakukan agar masyarakat yang memiliki permasalahan terkait penyaluran bantuan sosial dapat memanfaatkan layanan tersebut.
Menurut Sumanto, pembentukan Polantas Bansos dilatarbelakangi masih banyaknya persoalan yang ditemukan dalam penyaluran bantuan sosial di masyarakat. Beberapa di antaranya adalah bantuan yang tidak tepat sasaran, kesalahan data penerima, hingga ketidaksesuaian kategori desil dengan kondisi riil warga di lapangan.
Karena itu, layanan ini diharapkan dapat menjadi wadah untuk menampung aspirasi sekaligus menyelesaikan berbagai keluhan masyarakat terkait bantuan sosial.
“Jadi masyarakat bisa berkonsultasi mengenai permasalahan yang dihadapi, misalnya bantuan yang tidak kunjung diterima. Nanti petugas akan memberikan penjelasan dan solusi secara langsung,” jelasnya.
Sumanto menyebutkan, Polantas Bansos telah dibentuk sejak 2024 dan terus berjalan hingga saat ini. Pada 2026, inovasi tersebut diajukan ke Badan Riset dan Inovasi Daerah (Brida) Kota Mataram agar dapat menjadi percontohan bagi kelurahan lainnya.
Menurutnya, keberadaan Polantas Bansos terbukti memberikan manfaat bagi masyarakat. Hal itu terlihat dari tingginya antusiasme warga yang memanfaatkan layanan setiap kali pos pengaduan dibuka.
“Layanan ini tetap ramai setiap Kamis karena masyarakat bisa langsung menyampaikan laporan dan berkonsultasi dengan petugas yang menangani bantuan sosial,” pungkasnya. (pan)

