Mataram (Suara NTB) – Sekolah Menengah Atas Negeri (SMAN) 11 Mataram baru menerima sekitar 11 calon siswa baru dari tiga jalur pendaftaran awal yang telah dibuka, yakni jalur afirmasi, mutasi, dan prestasi.
Kepala SMAN 11 Mataram, H. Arofiq mengakui bahwa intensitas pendaftaran di sekolahnya saat ini masih sepi. Dari ketiga jalur tersebut, 11 pendaftar yang masuk seluruhnya berasal dari jalur afirmasi dan mutasi. Sedangkan, pendaftar pada jalur prestasi masih nihil.
Arofiq menilai jumlah pendaftar seharusnya bisa lebih banyak, mengingat wilayah domisili di sekitar SMAN 11 Mataram memiliki potensi calon siswa yang cukup besar. Namun, hingga kini jumlah peminat yang mendaftar secara resmi baru mencapai 11 orang.
“Kita belum tahu seperti apa zonasi. Nanti pada zonasi itulah bisa diukur. Nah, sekarang ini kita masih belum bisa mengatakan kesimpulan, tapi yang jelas untuk SMAN 11 baru sedikit siswa yang datang,” ujarnya.
Sebagai bentuk upaya menarik minat masyarakat, pihak sekolah mengaku telah melakukan sosialisasi dan promosi secara maksimal di lingkungan sekitar. Bahkan, SMAN 11 Mataram menyiapkan insentif khusus bagi calon siswa baru.
“Bahkan saking maksimalnya, kami akan menggratiskan seragam khas untuk siswa yang masuk,” jelas Arofiq.
Pada Seleksi Penerimaan Murid Baru (SPMB) 2026 ini, pihaknya menargetkan pemenuhan dua rombongan belajar (rombel) dengan kapasitas 36 siswa per rombel. Target ini berdasarkan pada pencapaian tahun lalu yang mencatatkan kondisi serupa di awal pendaftaran.
“Ya mirip-mirip sajalah. Akhirnya tahun lalu dua rombel minimalis,” ungkapnya.
Menyikapi pelaksanaan seleksi, Arofiq berharap para pemangku kebijakan dapat memastikan penyelenggaraan SPMB tahun ini berjalan transparan, adil, dan akuntabel. Hal ini penting agar terjadi pemerataan kuota, sehingga tidak ada sekolah yang kekurangan atau justru kelebihan murid.
“Ya Pak Kadis kan sudah menegaskan. Mengajak kita untuk berintegritas. Bahkan kalau nanti ada titipan yang ketahuan akan dibatalkan. Hanya itu mudah-mudahan tidak sekadar omong-omong saja,” harapnya. (sib)

