BerandaNTBLOMBOK TENGAHMandalika Racing Series Tambah Kelas Junior, Jadi Ajang Pembinaan Pembalap Sejak Usia...

Mandalika Racing Series Tambah Kelas Junior, Jadi Ajang Pembinaan Pembalap Sejak Usia Dini

Praya (Suara NTB) – Kejuaraan Nasional (Kejurnas) balap roda dua nasional Mandalika Racing Series (MRS) saat ini terus bertransformasi menjasi salah satu ajang balap bergengsi di Indonesia yang tidak hanya menghadirkan wadah kompetisi bagi pembalap senior saja. Namun, juga menjadi ajang pembinaan pembalap sejak usia dini. Kehadiran sejumlah kelas junior jadi pembuktianya.

Saat ini setidaknya ada dua kelas junior yang dipertandingkan di ajang MRS edisi tahun 2026 yang kini sudah masuk putaran kedua. Yakni kelas Indonesia Junior Talent Cup (IJTC) yang merupakan nama baru untuk kelas Junior Sport 150 U-15 serta kelas Junior Sport 250 U-18. Bahkan, kelas IJTC menjadi kelas balapan dengan jumlah peserta terbanyak di MRS putaran kedua yang berlangsung pada 19-21 Juni 2026 ini, dengan 32 peserta.

“Di ajang MRS untuk kelas junior kita perbanyak,” ungkap CEO Pride Motorsport Arif Syahbani, di sela-sela gelaran MRS seri kedua di Sirkuit Internasional Mandalika, Sabtu (20/6/2026).

Dikatakannya, untuk bisa melahirkan talenta balap unggul proses pembinaanya memang harus dilakukan sejak usia dini. Di negara-negara luar, hal itu yang juga dilakukan. Banyak pembalap-pembalap yang dibina sejak usianya di bawah dari 15 tahun, sehingga ketika usianya sudah beranjak dewasa, mereka sudah memiliki kematangan keterampilan atau skill membalap.

“Hal ini yang coba kita terapkanya di ajang MRS. Bagaimana supaya bisa fokus pembinaan pembalap sejak usia dini,” ujarnya.

Sehingga dari ajang MRS diharapkan akan semakin banyak pembalap muda Indonesia yang mampu bersaing di ajang balap internasional. Sebagai penerus dari pembalap-pembalap muda Indonesia yang saat ini tengah berkompetisi diajang balap internasional. Seperti Veda, Mario Aji, Arai hingga Ramadhipa.

Sebagai bagian dari proses pembinaan, selain menghadirkan kompetisi tempat para pembalap nasional melatih kemampuan balapnya, dari sisi pengetahuan regulasi juga diperkuat. Di mana mulai MRS tahun ini, sejumlah regulasi balap disesuaikan dengan regulasi standar FIM. Baik itu regulasi dalam balapanya sendiri maupun terkait attitude saat tidak balapan.

Misalnya, regulasi terkait jump start serta aturan balapan dari pit exit. “Sekarang jika ada pembalap yang melakukan jump start itu akan dikenai sanksi. Kalau ada pembalap yang motor balapnya rusak bisa tetap ikut balap, namun start dari pit exit,” terangnya.

Kemudian ketika tidak sedang balapan, pembalap diingatkan untuk menjaga sikap dan attitude-nya. Seperti tidak merokok di sepanjang pit dan hal-hal kurang baik lainnya. “Melalui penerapan regulasi standar FIM ini, kita harapkan para pembalap sudah terbiasa dengan aturan balap internasional ketika mereka bertanding diajang internasional,” imbuh Arif.

Memang belum seluruh aturan FIM yang diterapkan. Pihaknya ingin proses penyesuaian regulasi bisa dilakukan secara bertahap dengan tetap mempertimbangkan kondisi yang ada. (kir)

IKLAN

RELATED ARTICLES

IKLAN






VIDEO