Praya (Suara NTB) – Putaran kedua ajang Pertamina Mandalika Racing Series yang berlangsung sejak tanggal 19–21 Juni 2026, menghadirkan aksi balapan yang seru dan ketat. Seri Kejuaraan Nasional (Kejurnas) balap roda dua tersebut menjadi panggung unjuk skill balap sejumlah pembalap handal Indonesia. Mulai dari Fahmi Basam, Andi Farid hingga Firdaus Rigani.
Dua pembalap asal NTB Aldis Aqsa Ismaya serta Arai Agaska juga tidak mau ketinggalan. Keduanya sukses menghadirkan persaingan di kelasnya masing-masing. Aldias sendiri turun di dua kelas yakni kelas Nasional Sport 150cc serta Nasional Sport 250cc. Sementara Arai turun dikelas tertinggi Supersport 600cc.
Dalam dua kali balapan, Aldias tampil konsisten dengan tetap masuk 10 besar. Sedangkan Arai berhasil mengamankan podium ketiga di sesi balapan kedua pada hari Minggu (21/6/2026). Setelah pada sesi balapan pertama di hari Sabtu (20/6/2026) pembalap asal Mataram tersebut sempat mengalami crash.
Hasil positif juga diraih pembalap junior asal NTB Gain M. Gibran. Turun di kelas Indonesia Junior Talent Cup 150cc U-15, Gibran sukses meraih podium satu di sesi balapan kedua. Dikelas junior tersebut NTB sendiri diwakili tiga pembalap. Selain Gibran ada juga Clevan Louis Valera Octavianuz serta Mikhail Zafra Almi.
Kelas IJTC sendiri menjadi kelas dengan peserta terbanyak mencapai 32 starter. Diikuti kelas Nasional Sport 250cc sebanyak 28 pembalap. “Secara keseluruhan total pembalap yang turun di MRS putaran kedua kali ini sebanyak 106 pembalap. Di enam kelas yang ada,” sebut CEO Pride Motosport Arif Syahbani, Sabtu sore.
Ditemui awak media ditempat yang sama Minggu (21/6/2026), Direktur Utama Mandalika Grand Prix Assocation (MGPA) Ananada Mikola, menegaskan kalau ajang MRS merupakan kejuaraan nasional balap roda dua kebanggaan MGPA. Digelar di Sirkuit Internasional Mandalika, ajang tersebut memang disiapkan sebagai ajang pembinaan pembalap nasional.
Sekaligus sebagai wadah penjenjangan bagi para pembalap Indonesia sebelum tampil diajang balap internasional. Baik ditingkat Asia mau dunia. Dan, beberapa pembalap Indonesia yang saat ini mengikuti ajang balap dunia juga sebelumnya pernah menimba ilmu di ajang MRS.
“Mengingat pentingnya kehadiran ajang MRS dalam rangka mendukung pembinaan pembalap nasional, kami berkomitmen untuk terus menjaga keberlanjutan ajang ini di masa yang akan datang,” tegas Ananda.
Terlebih sekarang dengan kehadiran kelas junior, menjadikan ajang MRS sebagai bagian dari pembinaan pembalap nasional sejak usia dini. “Ke depan, kita juga tengah mempertimbangkan untuk menambah kelas balapan di MRS. Agar pembinaan pembalap nasional bisa lebih maksimal,” ujarnya. (kir)

