Giri Menang (Suara NTB) – Keberadaan Koperasi Desa dan Kelurahan Merah Putih (KDKMP) Desa Banyumulek Kecamatan Kediri, Lombok Barat (Lobar) yang dibangun di areal Pasar Seni didorong untuk mengangkat kerajinan gerabah yang menjadi produk unggulan lokal di desa itu. KDMP ini nantinya menampung dan menjual kerajinan gerabah.
KDMP ini diharapkan bisa menghidupkan Pasar Seni yang kini kondisinya mati suri. Kepala Desa Banyumulek, H. Jamiludin, S.IP., mengatakan, pembangunan gedung KDMP di desanya hampir rampung, tinggal pemasangan paving blok di halaman gedung. “Kami harapkan KDMP ini sesegera mungkin bisa diresmikan dan bisa dimanfaatkan untuk masyarakat,” harapnya.
Beberapa usaha telah disiapkan oleh pengurus KDMP untuk dibuka di gerai tersebut. Di antaranya, penjualan sembako dan gas elpiji yang diperlukan untuk kebutuhan sehari-hari. KDMP itu juga akan menjual obat-obatan, karena selama ini warga harus pergi jauh ke daerah Rumak, Lelede, dan Kediri untuk beli obat. Dengan adanya obat-obatan yang dijual di KDMP ini, warga tidak perlu jauh-jauh lagi membeli obat. “Warga bisa beli di KDMP dekat kantor desa,” imbuhnya.
Untuk penjualan obat-obatan ini pun sudah disiapkan tenaga teknis atau ahli di bidangnya. Selain itu, KDMP itu juga mendampung kerajinan yang gerabah menjadi unggulan desa. Selain menjual Gerabah, di gerai KDMP itu juga akan disiapkan proses pembuatan gerabah dari awal sampai selesai. Sehingga menjadi daya tarik bagi tamu yang datang naik dari dalam dan luar negeri.
Dalam pengelolaannya, KDMP ini akan dikolabirasikan dengan Pasar Seni yang dikelola Pokdarwis. Dari sisi lokasi sangat strategis, karena KDMP ini berada di satu areal berlokasi di pinggir jalan umum. “Jadi KDMP ini mendukung pasar seni, tidak mematikan, sama-sama maju,” terangnya.
Pihaknya menargetkan KDMP itu bisa dioperasikan pada bulan Juli mendatang. Pengurus KDMP ini sendiri sudah dibentuk, tinggal ada tenaga Khusus nanti yang menjadi staf di KDMP tersebut. (her)

