BerandaASTRA HONDAJangan Asal Rem! Pahami Prosedur Pengereman yang Benar untuk Mencegah Kecelakaan di...

Jangan Asal Rem! Pahami Prosedur Pengereman yang Benar untuk Mencegah Kecelakaan di Jalan Raya

Mataram (Suara NTB) – Kecelakaan lalu lintas masih menjadi salah satu penyebab utama cedera hingga kehilangan nyawa di jalan raya. Banyak kasus kecelakaan yang terjadi bukan hanya karena faktor kecepatan, tetapi juga akibat kesalahan pengendara saat melakukan pengereman.


Safety Riding Instructor Astra Motor NTB, Satria Wiman Jaya, menjelaskan bahwa prosedur pengereman yang benar. Menurutnya, banyak pengendara yang masih memiliki kebiasaan menempatkan jari di tuas rem depan atau tuas kopling saat motor berjalan.


Padahal kebiasaan tersebut dapat memicu pengereman mendadak yang berisiko menyebabkan kendaraan kehilangan keseimbangan. Saat berkendara, seluruh jari sebaiknya menggenggam handlebar dengan sempurna.


Dalam kampanye keselamatan berkendara #Cari_Aman, Astra Motor NTB mengingatkan pengendara untuk mengikuti prosedur pengereman yang benar sebagai berikut:

  1. Tutup Putaran Gas Terlebih Dahulu
    Sebelum melakukan pengereman, pengendara harus menutup putaran gas dengan cara mendorong grip gas sampai habis. Langkah ini bertujuan memutus alisan gas yang tersedia di mesin
  2. Gunakan Rem Depan Secara Dominan
    Setelah gas tertutup, tarik tuas rem depan secara bertahap menggunakan teknik meremas mulai dari ujung jari kelingking hingga seluruh jari mengikuti tekanan secara progresif. Rem depan berperan sekitar 60–70 persen dalam proses pengereman karena beban kendaraan akan berpindah ke roda depan saat kecepatan berkurang. Teknik ini membantu mencegah roda depan terkunci (locking) yang dapat menyebabkan pengendara terjatuh.
  3. Kombinasikan dengan Rem Belakang
    Setelah itu gunakan rem belakang sekitar 30–40 persen untuk menjaga kestabilan kendaraan.
    • Pada sepeda motor matic, rem belakang dioperasikan dengan menarik tuas rem kiri secara bertahap.
    • Pada sepeda motor sport atau manual, rem belakang digunakan dengan menginjak pedal rem menggunakan kaki kanan.
    Kombinasi rem depan dan belakang yang tepat akan menghasilkan pengereman yang lebih efektif, stabil dan aman.
  4. Persiapan Berhenti Sesuai Jenis Kendaraan
    Ketika kecepatan semakin rendah:
    • Pada motor matic, pengendara dapat langsung mempersiapkan kaki kiri untuk menopang kendaraan saat berhenti.
    • Pada motor sport atau manual, pengendara harus menarik tuas kopling sesaat sebelum motor berhenti sempurna agar mesin tidak mati.
  5. Turunkan Kaki Kiri Saat Kendaraan Hampir Berhenti
    Saat kecepatan sudah sangat rendah atau kendaraan hampir berhenti, turunkan kaki kiri terlebih dahulu sebagai tumpuan keseimbangan. Posisi ini juga membuat kaki kanan tetap siap mengoperasikan pedal rem belakang apabila diperlukan.
    Melalui semangat #Cari_Aman, Astra Motor NTB terus mengajak masyarakat untuk meningkatkan kesadaran akan pentingnya teknik berkendara yang aman. Ingat, jangan hanya jago gas. Pengendara yang hebat adalah pengendara yang tahu kapan dan bagaimana cara mengerem dengan benar. Jago #Cari_Aman Biar Happy.(bul)

IKLAN

RELATED ARTICLES

IKLAN






VIDEO