Giri Menang (Suara NTB) – Program Makan Bergizi Gratis (MBG) sebagai salah satu program unggulan sudah berjalan kurang lebih 1,5 tahun. Di NTB, program itu sudah dijalankan sejak tahun lalu dengan sasaran sekitar 1,9 juta penerima manfaat. Namun, di balik suksesnya program tersebut, masih ada orang-orang layak yang belum mendapatkan manfaat makan bergizi tersebut.
Salah satunya puluhan murid yang ada di SDN 4 Mekarsari, kawasan ini termasuk dalam daerah Tertinggal, Terdepan, Terluar (3T). Meski program ini sudah dijalankan cukup lama, namun siswa tak juga mendapatkan hak nya. Begitupun dengan ibu hamil, ibu menyusui, dan balita.
Guru SD Mekarsari, Jannah mengaku para murid kerap kali menanyakan alasan mengapa mereka belum mendapatkan MBG. Meski beberapa tim dari Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) sempat melakukan peninjauan ke sekolah, namun hingga kini tak kunjung ada kejelasan program ini dapat disalurkan kepada murid.
“Nah kemarin ada yang sempat datang dari SPPG. Tapi nggak tahu hilang sekarang. Kan sempat nanya berapa jumlah siswa, nanya apa Tapi gak kunjung datang lagi,” ujarnya.
Menurutnya, murid SDN 4 Mekarsari harusnya menjadi sasaran yang diprioritaskan pemerintah. Hal ini karena mereka berada di kawasan 3T, sehingga cukup kesulitan untuk pergi ke kota. Namun demikian, hingga kini belum ada tanda-tanda pembangunan SPPG di kawasan terpencil itu, pun jika harus disalurkan dari SPPG terdekat, akses menuju sekolah tidak memungkinkan.
“Kita berharap bisa mendapatkan apa yang didapatkan oleh sekolah lain agar kita juga mendapatkan. Karena apa? Karena kita juga yang lebih layak mendapatkan MBG tersebut karena di sini kondisi anak, orang tuanya kan udah terlihat,” katanya.
Gubernur NTB, Lalu Muhamad Iqbal mengatakan pihaknya akan memperbaiki jalan Desa Mekarsari agar SPPG yang ada di bawah desa bisa mendistribusikan MBG ke SDN 4 Mekarsari.
“Sehingga hasil MBG yang di bawah bisa naik ke SD yang ada di Dusun Malaka nantinya,” katanya.
Perbaikan jalan rencananya akan dianggarkan di APBD Perubahan. Kepala Dinas Pekerjaan Umum, Penataan Ruang, dan Kawasan Permukiman (PUPRKP) diminta untuk memastikan perbaikan jalan tersebut.
“Kepada Kepala Dinas PUPR, saya meminta agar persoalan jalan ini benar-benar diperhatikan. Perbaikan jalan akan memberikan dampak ekonomi yang besar sekaligus mendukung akses pendidikan. Bahkan saat ini beberapa anak belum dapat menerima Program MBG karena kendala akses jalan,” pintanya.
Selain memastikan distribusi MBG bisa diberikan kepada anak sekolah. Iqbal juga meminta kepada guru untuk memastikan anak-anak melek terhadap lingkungan. Menurutnya, nilai cinta lingkungan harus ditanamkan sejak dini. “Anak-anak minta tolong diajarin lingkungan, kebersihan. Anak-anak ini kan ada di desa yang sangat subur, di desa hutan jadi harus diajarin cinta lingkungan,” pungkasnya. (era)

