BerandaPENDIDIKANPasca Roboh, Siswa NW Badrussalam Belajar di Ruang Perpustakaan

Pasca Roboh, Siswa NW Badrussalam Belajar di Ruang Perpustakaan

Mataram (Suara NTB) – Sebagian siswa MTs Badrussalam NW Sekarbela tidak bisa belajar di dalam kelas setelah bangunan sekolahnya ambruk, pada Sabtu (20/6) lalu. Akibatnya, beberapa siswa terpaksa belajar di dalam ruang perpustakaan.

Kepala MTs Badrussalam NW Sekarbela, Istiarah pada Kamis (6/8) mengatakan, pihaknya hanya memiliki empat ruang kelas. Setelah bangunan ambruk, dua ruang kelas tidak dapat digunakan. Demi memastikan pembelajaran tetap berjalan, pihaknya terpaksa memanfaatkan ruang perpustakaan sebagai ruang belajar.

“Sekarang tinggal dua kelas. Cuma perpustakaannya kita manfaatkan jadi satu kelas untuk belajar,” ujarnya.

Pantauan di lokasi ruang perpustakaan yang dialihfungsikan sebagai kelas tersebut cukup sempit. Guru dan siswa mesti berbagi tempat dengan rak buku demi bisa belajar. Meski dengan kondisi demikian, para siswa terlihat antusias mengikuti pembelajaran.

Istiarah mengakui, ruangan tersebut memang sangat kecil sebagai tempat belajar. Ruang kelas perpustakaan itu memiliki daya tampung 12 siswa. Namun, karena keterbatasan ruang, jumlah siswa yang menempati ruang tersebut saat ini mencapai 21 siswa. “Tapi ada sebagian di teras itu (belajarnya). Tidak apa-apa,” tuturnya.

Renovasi bangunan telah dilakukan pihak madrasah berkat adanya bantuan dari Badan Amil Zakat Nasional (Baznas) Kota Mataram senilai Rp50 juta.

Selain itu, pengelola madrasah juga telah mengusulkan bantuan ke Kemenag untuk mendapatkan bantuan revitalisasi melalui Program Hasil Terbaik Cepat (PHTC). Adapun total anggaran yang diusulkan senilai Rp1,2 miliar.  Ia berharap bantuan perbaikan bangunan madrasah dapat segera dicairkan,sehingga proses belajar mengajar kembali normal.  “Harapan kita kelas ini bisa segera rampung. Agar ruang perpustakaannya bisa berfungsi sebagai perpustakaan,” pungkasnya.

Terpisah, Pelaksana tugas (Plt) Kasi Pendidikan Madrasah Kementerian Agama  Kota Mataram, Ida Suryati menuturkan fokus utama pihaknya adalah memastikan agar bangunan milik MTs Badrussalam NW Sekarbela dapat segera terbangun. Dengan begitu, siswa dapat melaksanakan kegiatan belajar-mengajar dengan aman dan nyaman.

“Jangan sampai putus hanya karena gedung itu roboh. Hal itu yang menjadi prioritas kita,” ujarnya.

Ida menyampaikan, proposal bantuan yang diajukan pihak madrasah ke Kementerian Agama RI saat ini sudah berjalan. Pihaknya belum dapat informasi realisasi dari pengajuan proposal tersebut. Namun, ia memastikan akan terus mengawal proposal tersebut hingga dapat segera dicairkan.

“Tetap akan kita kawal. Karena saat kejadian tim Kanwil Kemenag turun langsung ke lapangan. Kami sudah langsung diarahkan untuk disegerakan pengajuan revitalisasi,” pungkasnya. (sib)

IKLAN

RELATED ARTICLES

IKLAN





VIDEO