Sumbawa Besar (Suara NTB) – Anggota Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Sumbawa, Ridwan, memastikan akan memberikan atensi khusus terhadap keberadaan SMPN 5 Sumbawa yang cenderung dari tahun ke tahun minim peminat untuk menyekolahkan anaknya. Hal ini dikhawatirkan akan mengganggu aktifitas belajar serta berdampak pada kesejahteraan pendidik.
“Saya siap menjembatani dan menyampaikan kendala teknis, sehingga SMPN 5 sepi peminat ke Dikbud agar bisa diintervensi yang tepat demi kemajuan sekolah,” kata anggota DPRD Sumbawa Ridwan kepada wartawan, Senin (29/6).
Politisi Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) tersebut melanjutkan, SMPN 5 harus diposisikan sebagai pilar penting dalam mendekatkan akses pendidikan dasar bagi warga sekitar. Lembaga pendidikan ini hadir sebagai aset daerah yang vital dalam melayani kebutuhan masyarakat di sektor pendidikan.
“Secara legalitas dan operasional, SMPN 5 Sumbawa adalah institusi resmi dengan tenaga pendidik yang ditempatkan langsung oleh pemerintah,” ucapnya.
Ia turut merespons dinamika minat masyarakat yang fluktuatif di tengah lonjakan populasi penduduk di sekitar lingkungan sekolah. Bahkan di SPMB gelombang pertama, sekolah tersebut hanya mampu mendapatkan 9 orang siswa-siswi dan tahun sebelumnya hanya 8 orang siswa.
Ridwan mengajak masyarakat untuk menjaga keberlangsungan sekolah dengan mengoptimalkan kebijakan jalur domisili yang telah ditetapkan dalam SPMB. Pemanfaatan jalur domisili ini sangat penting bagi warga yang berada di sekitar SMPN 5 Sumbawa Besar.
“Kita harus dukung keberadaan sekolah ini dengan memanfaatkan kebijakan jalur domisili dalam SPMB. Partisipasi aktif orang tua dalam mendaftarkan putra-putrinya melalui jalur ini merupakan dukungan nyata, agar sekolah tersebut terus eksis dan berkembang,” jelasnya.
Pemerintah daerah juga tetap secara rutin melakukan pemantauan dan evaluasi untuk menjaga kualitas penyelenggaraan pendidikan di SMPN 5 Sumbawa. Ia berharap kolaborasi antara pihak sekolah, pemerintah, dan masyarakat dapat semakin diperkuat, agar sekolah tersebut menjadi pilihan utama masyarakat dalam memperoleh pendidikan yang layak dan berkualitas.
“Kami mendorong agar pemerintah bisa memperhatikan keberadaan fasilitas dan sarana penunjang pendidikan di SMPN 5, sehingga minat masyarakat untuk menyekolahkan anaknya di sekolah itu bisa meningkat setiap tahunnya,” demikian kata Ridwan. (ils)

