BerandaNTBLOMBOK TENGAHLoteng Kekurangan Pangkalan Elpiji 3 Kilogram

Loteng Kekurangan Pangkalan Elpiji 3 Kilogram

Praya (Suara NTB) – Jumlah pangkalan elpiji 3 kilogram di Kabupaten Lombok Tengah (Loteng) saat ini tercatat ada sekitar 600 titik. Jumlah tersebut dinilai masih kurang jika melihat jumlah penduduk serta luas wilayah. Pemkab Loteng pun berharap ada penambahan pangkalan elpiji ke depan, agar bisa mempermudah dan mendekatkan layanan penjualan elpiji 3 kilogram kepada masyarakat di Loteng.


“Kalau melihat luas wilayah, kita masih butuh banyak tambahan pangkalan LPG 3 kilogram agar bisa mempermudah penjualan elpiji 3 kilogram kepada masyarakat,” sebut Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) Loteng Lalu Setiawan, S.Sos., kepada Suara NTB, Selasa (30/6).


Terlebih dengan aturan yang ada sekarang ini, di mana penjualan elpiji 3 kilogram hanya sampai pangkalan saja. Tidak sampai ke tingkat pengecer, sehingga masih cukup menyulitkan masyarakat untuk memperoleh elpiji 3 kilogram.


Kalau jumlah pangkalan ditambah, tentu akan semakin memperluas cakupan layanan penjualan elpiji. Masyarakat juga bisa lebih mudah memperoleh elpiji. Dan, paling penting harga bisa dikendalikan, karena harga elpiji 3 kilogram tingkat pangkalan sudah ditetapkan sebesar Rp18.500.
“Kalau pangkalan sudah banyak masyarakat tidak perlu membeli di pengecer dengan harga tinggi. Karena bisa langsung ke pangkalan dengan harga yang sudah ditentukan,” imbuhnya.


Selain jumlah pangkalan yang masih terbatas, Loteng juga dihadapkan pada masih kurangnya alokasi jatah elpiji subsidi. Dalam setahun, Loteng hanya memperoleh jatah sebanyak 24 ribu metric ton. Jumlah tersebut masih dibawah usulan yang diajukan sebesar 34 ribu metric ton.


Artinya, masih ada kekurangan sekitar 10 ribu metric ton lagi untuk bisa memenuhi kebutuhan elpiji masyarakat di daerah ini. “Secara kebutuhan Loteng masih kurang. Semoga saja ke depan ada perhatian pemerintah terhadap kondisi ini,” sebutnya.


Melihat kondisi tersebut yang paling penting sekarang bagaimana supaya jatah elpiji tersebut bisa disalurkan ke masyarakat dengan tetap sasaran serta tepat harga. Dalam hal ini peran agen juga sangat diharapkan untuk bisa bersama-sama turut mengawasi. Khususnya soal kepastian harga jual elpiji 3 kilogram di masyarakat.


“Kalau ada pangkalan yang menjual elpiji 3 kilogram melebihi HET kita minta agen menegur dan memberikan sanksi,” sebutnya. (kir)

IKLAN

RELATED ARTICLES

IKLAN






VIDEO