BerandaNTBLOMBOK TENGAHUsai Didemo Siswa, Wali Murid SMAN 1 Jonggat Minta Kepsek Berbenah

Usai Didemo Siswa, Wali Murid SMAN 1 Jonggat Minta Kepsek Berbenah

- Advertisement -

Praya (Suara NTB) – Para wali murid SMA Negeri 1 Jonggat menggelar pertemuan dengan pihak sekolah pada Selasa (11/8/2026), pasca-aksi demontrasi yang dilakukan siswa setempat sehari sebelumnya. Dalam pertemuan tersebut, pihak wali murid meminta aksi demonstrasi yang dilakukan siswa tersebut dijadikan momentum bagi kepala sekolah untuk berbenah. Terutama dalam memberikan pelayanan yang lebih baik ke depannya.


“Tidak perlu saling salah menyalahkan. Mari ambil hal posistif peristiwa (demontrasi siswa) ini sebagai bahan untuk berbenah. Baik kepala beserta jajaran maupun para wali murid,” sebut perwakilan wali murid SMAN 1 Jonggat Mustain.


Munculnya aksi demontrasi tersebut sebutnya, tentu tidak serta merta terjadi begitu saja. Pasti ada persoalan sebelum-sebelumnya yang jadi pemicu sampai kemudian siswa berani menggelar aksi demontrasi. Bisa jadi pihak sekolah tidak peka dengan persoalan ataupun aspirasi dari siswa. Sehingga persoalan terakumulasi dan terjadilah aksi demontrasi.


Ia pun mengaku banyak mendengar keluhan dari siswa terkait persoalan-persoalan yang terjadi disekolah. Seperti soal fasilitas musala yang sampai saat ini belum juga selesai. Kemudian soal ruang belajar dan kamar mandi yang rusak hingga masalah ketersediaan buku pelajaran yang semua itu membuat siswa kesulitas dalam menuntut ilmu di SMAN 1 Jonggat. Belum lagi soal kegiatan ekstrakurikuler yang banyak tidak berjalan.


Untuk menjawab persoalan-persoalan tersebut tentu tidak bisa sepenuhnya diserahkan ke pihak sekolah, karena pihak sekolah juga punya keterbatasan. Di sinilah peran serta para wali murid untuk bagaiaman bisa membantu sekolah menyelesaikan persoalan yang dihadapi sekolah. “Dalam hal ini peran komite sekolah sangat penting. Untuk mambantu sekolah menjawab persoalan yang terjadi,” ujarnya.


Menjawab aspirasi para wali murid, Kepala SMAN 1 Jonggat Mazhab, mengatakan kalau pihaknya sekolah sudah berusaha menjawab apa yang menjadi aspirasi dan kebutuhan siswa. Misalnya, soal ruang kelas, saat ini sedang dilakukan rebab tiga ruang kelas serta pembangunan tiga ruang kelas baru dengan dukungan anggaran dari pusat. Begitu juga fasilitas pendukung lainnya, pihaknya juga sedang berusaha. Tapi tentu belum bisa maksimal secara keseluruhan, karena anggaran sekolah terbatas.


Memang ada dana Bantuan Operasional Sekolah (BOS). Tetapi peruntukannya sudah jelas. Tidak bisa digunakan untuk hal-hal di luar ketentuan. Sementara kebutuhan lainnya yang tidak bisa dibiayai dari BOS cukup banyak. Misalnya, untuk kegiatan ekstrakurikuler kebutuhan dananya cukup besar, seperti untuk honor pembinaa atau pendamping serta biaya penunjang lain lainya.


Di satu sisi, sekolah sekarang tidak dibolehkan lagi memungut Biaya Penyelenggaraan Pendidikan (BPP). Sehingga sumber anggaran kegiatan di sekolah praktis hanya dari dana BOS. “Dengan anggaran yang begitu terbatas, kita tetap berupaya memenuhi apa yang menjadi kebutuhan siswa,” tegasnya.


Di tempat yang sama, Kepala Kantor Cabang Dinas (KCD) Wilayah II (Lombok Timur dan Lombok Tengah) Dinas Pendidikan dan Pemuda Olahraga (Dikpora) NTB Supriadi, juga mendorong pihak sekolah untuk berbenah. Ia juga mengajak para wali murid untuk sama-sama mengawasi kinerja sekolah. Jika memang ada yang menyimpang wali murid dipersilahkan untuk melaporkan.


Dalam hal ini, pihaknya tidak akan segan-segan mengambil tindakan tegas, kalau memang ada bukti pendukung yang kuat. “Mari kita bersama mengawasi. Jika ada yang menyimpang, kita akan tindak tegas. Asalkan ada bukti pendukung yang lengkap,” tandasnya. (kir)

IKLAN

RELATED ARTICLES

IKLAN





VIDEO