Praya (Suara NTB) – Perusahaan Umum Daerah Air Minum (Perumdam) Tirta Ardhia Rinjani (Tiara) Lombok Tengah (Loteng) berhasil mencatatakan laba bersih sebesar Rp2,6 miliar pada tahun 2025 lalu. Capaian tersebut merupakan yang tertinggi dalam lima tahun terakhir. Dari total keuntungan tersebut, 10 persen di antaranya akan disetor ke pemerintah daerah sebagai dividen.
Sisanya, akan diperuntukkan untuk mendukung peningkatan kualitas pelayanan air bersih kepada pelanggaran. Termasuk peningkatan kompetensi Sumber Daya Manusia (SDM) di Perumdam Tiara Loteng.
Direktur Utama Perumdam Tiara Loteng Bambang Supratomo, S.I.P.,M.M., mengungkapkan, besaran 10 persen yang akan disetorkan Perumda Tiara Loteng ke pemerintah daerah sudah diputuskan dalam diskusi bersama dengan dewan komisaris dan dewan pengawasan.
Dengan mempertimbangkan kebutuhan untuk pengembangan dan peningkatan kualitas pelayanan kepada masyarakat. Harapan, kualitas pelayanan bisa lebih baik lagi.
“Di Perda-nya mengatur kewajiban pembayaran dividen maksimal 50 persen dari total laba bersih yang diperoleh. Dan, tadi dalam diskusi dengan KPA diputuskan dividen yang akan disetor ke kas daerah tahun ini sebesar 10 persen,” sebutnya saat ditemui awak media di de Balen Sulthan Hotel (dBSH) Poltekpar Lombok, Desa Puyung Kecamatan Jonggat, Selasa (11/8) kemarin,.
Dikatakanya, sejak 2021 lalu Perumdam Tiara Loteng sudah bisa menghasilkan laba. Meski tidak begitu besar diangka Rp 200-an juta. Tetapi paling tidak itu menunjukkan kalau Perumdam Tiara Loteng bisa membukukan laba bersih dari kegiatan usahanya. Secara trens angka laba bersih terus meningkat. Hingga tahun 2025 lalu bisa menembus angka Rp2,6 miliar, sesuai hasil audit Badan Pengawasan Keuangan dan Pembagunan (BPKP) RI perwakilan NTB.
“Nilai laba bersih ini bukan kami yang menghitung. Tetapi sudah melalui proses audit oleh BPKP RI. Jadi mereka yang menilai besaran keuntungan dari Perumdam Tiara Loteng berdasarkan laporan keuangan yang ada,” imbuhnya.
Terus meningkatkan laba bersih Perumdam Tiara Loteng tersebut dipengaruhi beberapa faktor. Di antaranya, efisiensi dan perbaikan tata kelola usaha, peningkatan kualitas layanan serta kualitas pelanggan. Di mana saat ini Perumdam Tiara Loteng cukup selektif memilih pelanggan baru. Dengan fokus pada pelanggan-pelanggan kategori bisnis tanpa mengesampingkan pelanggan rumah tangga.
Peningkatan jumlah pelanggan bisnis tersebut secara tidak langsung turut mendongkrat pendapatan Perumdam Tiara Loteng.
“Jumlah pelanggan baru kita memang tidak besar peningkatannya. Tapi secara kualitas, lebih baik. Karena banyak pelanggan bisnis,” sebutnya seraya menambahkan total pelanggan Perumdam Tiara Loteng saat ini diangka 53 ribu sambungan. Dan, masih ada potensi penambahan hingga 2.000 pelanggan baru lagi.
LPJ Diterima
Sementara itu, Bupati Loteng H.Lalu Pathul Bahri, S.I.P.,M.A.P., mengungkapkan, kalau pihaknya sudah menerima Laporan Pertanggungjawaban (LPJ) direksi Perumdam Tiara Loteng periode 2021-2026. Berdasarkan laporan yang ada pemerintah daerah selaku pemilik menyatakan pada prinsipnya menerima LPJ direksi Perumdam Tiara Loteng. Soal kemudian apakah direksi Perumdam Tiara Loteng yang sekarang akan dilanjutkan atau tidak, sedang dalam diskusi.
“LPJ direksi Perumdam Tiara Loteng sudah diterima. Seperti apa kelanjutanya, sedang kita rembukkan,” jawabnya.
Dalam hal ini, pemerintah daerah masih akan melihat regulasi yang ada. Karena tentunya pihaknya tidak akan bisa bertindak tanpa dasar aturan yang jelas. Apakah direksi berikutnya harus diseleksi kembali atau seperti apa, nanti dilihat dari sisi regulasinya. (kir)

