Giri Menang (Suara NTB) – Pembahasan Laporan Keterangan Pertanggungjawaban (LKPJ) Bupati Lombok Barat (Lobar) tahun 2025 tengah berlangsung antara DPRD dengan Tim Anggaran Pemerintah Daerah (TAPD). Dalam pembahasan LKPJ ini, DPRD Lobar memberikan catatan kritis terhadap Pemkab. Hal ini sebagai salah satu tupoksi DPRD dalam hal pengawasan terhadap kinerja Pemkab.
Dinamika pun terjadi pada pembahasan LKPJ Bupati ini. Menyusul beberapa catatan dan pertanyaan kritis dari DPRD belum dijawab maksimal oleh TAPD. Rapat unsur pimpinan dengan pimpinan komisi pun digelar guna membahas langkah lanjutan pemanggilan TAPD yang direncanakan pekan depan.

Rapat pembahasan LKPJ antara DPRD Lobar dengan TAPD. (Suara NTB/ist)
Ketua DPRD Lobar, Lalu Ivan Indaryadi menegaskan, evaluasinya terhadap LKPJ Bupati ini dilakukan DPRD bertujuan agar lebih baik ke depan. Pihaknya mengawal serta memastikan anggaran untuk program bisa dinikmati oleh rakyat. “Tujuan kami jangan sampai terjadi seperti ini lagi (Silpa besar), sehingga anggaran program dinikmati oleh rakyat,” katanya mengingatkan.
Ivan pun menilai bahwa tingginya Silpa ini disebabkan perencanaan yang tidak beres dari Pemkab sehingga tidak maksimal dalam penyerapan anggaran. “Karena itu jangan bangga dengan tingginya Silpa ini,” tegasnya.
Ia meminta perlu evaluasi pada OPD yang realisasinya rendah tersebut. Sebab patut disayangkan seharusnya APBD diperuntukkan bagi rakyat justru tidak terpakai, karena program untuk kepentingan rakyat sebagian besar tidak jalan.
“Tetapi hanya tertentu saja program yang bisa jalan, kenapa yang lain tidak jalan? Makanya kita panggil mereka (TAPD) untuk menanyakan kepada mereka,” tegasnya.
Padahal OPD mengaku siap melaksanakan program tersebut, tetapi anggarannya tidak disalurkan. Ketua Golkar Lobar juga mempertanyakan perihal Deposito APBD. Deposito ini menurut klaim Pemkab telah membuat perjanjian kerja sama (PKS) dengan pihak bank, tetapi PKS itu belum ditujukkan ke dewan. “Mana PKS itu? Belum ada ditunjukkan ke kami, lagi-lagi TAPD belum bisa menjawab,” imbuhnya. (her)

