Mataram (Suara NTB) – Pemerintah Provinsi NTB mulai memberi perhatian lebih serius terhadap pengembangan industri perfilman sebagai salah satu subsektor ekonomi kreatif yang dinilai memiliki potensi besar.
Melalui Dinas Pariwisata dan Ekonomi Kreatif NTB bahkan menyiapkan ruang kolaborasi bagi para sineas lokal dan industry kreatif lainnya untuk merumuskan arah pengembangan kedepan.
Kepala Dinas Pariwisata dan Ekonomi Kreatif NTB, Ahmad Nur Aulia, mengatakan pengembangan industri perfilman adalah salah satu fokus dalam penguatan sektor ekonomi kreatif daerah. Pemprov NTB terlebih dahulu akan memetakan persoalan dan kebutuhan yang dihadapi para pelaku industri.
Sebagai langkah awal, Disparekraf NTB menggelar kegiatan Teras Ekonomi Kreatif yang menghadirkan para praktisi. Forum ini diharapkan menjadi ruang berbagi pengalaman sekaligus menyerap berbagai masukan dari komunitas industri kreatif, termasuk industry perfilman di NTB.
“Perfilman merupakan salah satu dari banyak subsektor ekonomi kreatif yang akan kami kembangkan. Saat ini kami sedang melakukan belanja masalah, artinya kami ingin mengetahui terlebih dahulu apa saja tantangan yang dihadapi pelaku industri sebelum merumuskan kebijakan,” ujar Aulia, Jumat, 3 Juli 2026.
Menurutnya, pengembangan industri kreatif tidak bisa dilakukan hanya berdasarkan perspektif pemerintah. Karena itu, berbagai komunitas dan organisasi profesi, termasuk asosiasi perfilman, akan dilibatkan dalam penyusunan program agar kebijakan yang dihasilkan benar-benar sesuai dengan kebutuhan di lapangan.
“Kami sudah berdiskusi dengan komunitas sineas. Masukan-masukan dari mereka akan kami terjemahkan menjadi program yang konkret sehingga pengembangan industri film di NTB bisa berjalan lebih terarah,” katanya.
Aulia menegaskan, Pemerintah Provinsi NTB berkomitmen menyediakan ruang bagi sineas lokal untuk berkembang. Ruang tersebut tidak hanya berupa forum diskusi, tetapi juga diharapkan menjadi wadah kolaborasi yang mampu memperkuat ekosistem perfilman daerah.
Melalui pendekatan ini, pemerintah berharap industry kreatif di NTB tidak hanya melahirkan karya-karya berkualitas, tetapi juga mampu menjadi sektor ekonomi kreatif yang membuka peluang usaha, menciptakan lapangan kerja, serta memperkenalkan potensi budaya dan pariwisata NTB kepada masyarakat yang lebih luas kedepannya. (bul)

