Mataram (Suara NTB) – Sekolah Menengah Pertama Negeri (SMPN) 11 Mataram, hanya menerima 100 siswa pada seleksi penerimaan murid baru (SPMB) tahun 2026. Jumlah tersebut, hanya sebagian atau sekitar 62 persen dari total kuota yang dibuka yakni 160 siswa.
Kepala SMPN 11 Mataram, H. Azizudin mengatakan, kuota yang disiapkan pada seleksi penerimaan murid baru (SPMB) tahun 2026, mencapai 160 siswa atau lima rombongan belajar. Akan tetapi, pihaknya hanya menerima 100 pendaftar atau sekitar tiga Rombel. Kondisi terjadi selama tiga tahun terahir.
“Tahun lalu dengan sekarang sama. Cuma segitu kemampuannya. Sekarang ini terjadi lagi,” ujarnya kepada Suara NTB, Kamis (2/7).
Menurutnya, kondisi ini dapat terjadi akibat beragam faktor. Pertama, jumlah sekolah saingan yang kian bertambah. Kemudian, ketimpangan jumlah kuota siswa tiap rombel di sekolah tertentu dengan sekolah yang letaknya kurang strategis seperti SMPN 11 Mataram.
Ia mencontohkan, sekolah besar bisa membuka kuota lebih dari standar nasional yakni 32-40 siswa tiap kelas.
“Kan semua terjaring ke sana (sekolah besar,re). Jadi, kalau dulu kita sama-sama 32 rombel itu adalah limpahan gitu. Setiap siswa yang tidak bisa masuk ke sekolah tujuan itu bisa dia mencari ke sekolah lain,” terangnya.
Menurutnya, apabila ingin ada pemerataan, maka harus ada penetapan jumlah standar yang sama pada seluruh sekolah di Mataram. Dengan demikian, tidak ada sekolah yang kuotanya tak terpenuhi.
SMPN 11 Mataram saat ini kata dia,masih menunggu limpahan murid yang terpental di sekolah-sekolah tujuan. Ia berharap ada regulasi yang lebih adil ke depan, terutama bagi sekolah seperti SMPN 11 Mataram dan sekolah yang mengalami kondisi serupa.
“Harapannya, ada perbaikan ke depannya, dan ada peningkatan,” pungkasnya.
Kondisi serupa juga terjadi di SMPN 18 Mataram. Jumlah siswa yang diperoleh tidak sesuai harapan.
Wakil Kepala SMPN 18 Mataram, Adi Sanjaya mengatakan, seleksi penerimaan murid baru di sekolahnya berjalan lancar. Namun, jumlah siswa yang diterima jauh dari kuota yang dibuka.
Diketahui, pada SPMB 2026, SMPN 18 Mataram membuka dua rombongan belajar (Rombel) atau sekitar 64 siswa. Hanya saja, jumlah pendaftar hingga jadwal terakhir selesai, baru sebanyak 15 siswa.
“Sekarang kita secara administrasinya 15 orang, tapi riilnya nanti kita belum tahu, berapa yang datang. Karena besok kan untuk daftar ulangnya,” ujarnya.
Kondisi tak terpenuhinya kuota kursi ini telah berlangsung tiga tahun terakhir. Bahkan, jumlah siswa yang diterima tahun ini lebih banyak ketimbang tahun sebelumnya yang hanya mencapai 10 siswa.
“Ya, alhamdulillah karena ada peningkatan, karena memang dari jauh hari kemarin saya sendiri dan rekan-rekan guru terjun ke sekolah-sekolah sama masyarakat untuk sosialisasi seperti itu,” terang Adi.
Kondisi kekurangan murid ini tidak saja berimbas pada minimnya jam mengajar para guru, tetapi juga tidak terisinya sejumlah ruang kelas di sekolah. SMPN 18 Mataram memiliki sembilan ruang kelas, tapi hanya tiga ruang kelas yang terpakai. Artinya, ada enam ruang kelas yang kosong.
“Kita kebetulan ruang kelas kita di sini ada sembilan. Yang terisi hanya tiga. Karena kelas VII hanya satu kelas, kelas VIII satu kelas, kelas IX hanya satu kelas. Jadinya pas tiga kelas yang terisi.,” ungkapnya.
Adi menyebut, kedatangan 15 siswa baru dalam waktu dekat ini tidak akan mengubah jumlah ruang kelas yang dipakai.
Dinas Pendidikan (Disdik) Kota Mataram sebelumnya, telah berencana mendistribusi siswa yang ditolak di sekolah tujuan ke sekolah yang kuotanya masih lowong. Sebelum pendistribusian, Disdik terlebih dahulu akan melakukan pemetaan terkait kondisi kekurangan di masing-masing sekolah.
Setelah pemetaan rampung, proses distribusi ke sekolah-sekolah tertentu yang kekurangan murid baru bisa dieksekusi. “Tugas Dinas mendistribusi (sekolah) yang kelebihan ke yang kekurangan,” ujar Kepala Disdik Kota Mataram, H.Yusuf.
Yusuf menerangkan, pihaknya juga telah lebih dulu mendistribusikan guru-guru berkualitas ke sekolah yang berada di wilayah pinggiran. “Jadi sekolah-sekolah yang kekurangan murid di pinggir juga, kita sudah distribusi guru-gurunya,” pungkasnya. (sib)
PENDAFTARAN – Sejumlah guru di SMPN 11 Mataram tengah menunggu pendaftar di loket pendaftaran pada, Kamis (2/7). (Suara NTB/sib)

