BerandaNTB15 Bendungan NTB Berpotensi Jadi Sumber Listrik Baru

15 Bendungan NTB Berpotensi Jadi Sumber Listrik Baru

Mataram (Suara NTB) – 15 bendungan di Provinsi Nusa Tenggara Barat (NTB) berpotensi jadi sumber listrik baru. Salah satunya yaitu Bendungan Meninting di Kabupaten Lombok Barat. Bendungan yang belum diresmikan itu memiliki potensi listrik dari tenaga mikrohidro sebesar 400 kilowatt atau 0,4 megawatt sementara untuk PLTS mencapai 9,3 megawatt.


Demikian disampaikan oleh Sekretaris Dinas Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM), Niken Arumdati. Ia mengatakan potensi listrik di NTB terus dilirik investor asing, di antaranya pengembangan Pembangkit Listrik Tenaga Surya (PLTS) dan Pembangkit Listrik Tanaga Mikrohidro (PLTMH).


“Kita punya 15 bendungan dam yang besar dan itu punya potensi PLTS terapung, seperti di Ciraka dan Mirohindro,” ujarnya.


Untuk PLTS, kata Niken, potensinya mencapai 20 ribu megawatt sementara PLT Bayu (tenaga angin) mencapai 50 megawatt seperti yang ada di Lombok Tengah dan Lombok Timur.


Potensi ini diharapkan bisa menjadi peluang investasi ke depan, terlebih pemerintah saat ini mulai melakukan transisi energi untuk mengembangkan energi baru terbarukan (EBT).


Niken mengatakan sesuai dengan ketentuan peraturan menteri, setiap luasan bendungan bisa dimanfaatkan 20 persen untuk pengembangan energi listrik. “Sebagai gambaran saja di sini yang sudah beroperasi oleh Vena Energi di Sengkol itu satu lokasi lima megawatt,” katanya.


Proyek ini kata Niken mulai dilaksanakan 2028 untuk PLTS, sementara untuk PLT Bayu dibagi menjadi dua tahapan yakni 2027 dan 2028. Nilai investasinya pun fantastis, untuk PLTS dengan kapasitas 20 megawatt sekitar 16-18 juta USD atau sekitar Rp285 miliar – Rp321 miliar. Sementara untuk PLT Bayu lebih tinggi sekitar 45-60 juta USD atau sekitar Rp802 miliar-Rp1 triliun.


“Karena kalau di NTB itu kecepatan anginnya sebenarnya tidak tergolong yang tinggi-tinggi amat, jadi dia butuh turbin khusus untuk memanen energi angin itu,” pungkasnya.


Sebelumnya, Investor asal Tiongkok tertarik untuk membangun Pembangkit Listrik Tenaga Surya (PLTS) di NTB. Kini, investor tersebut telah melakukan peninjauan. Dalam tinjauannya, pihaknya bersama dengan gubernur membahas sejumlah rencana strategis seperti lokasi pembangunan, pemetaan potensi energi surya di sejumlah wilayah strategis, hingga penjajakan skema business plan yang akan dikembangkan dalam proyek tersebut.


Di tahun ini, NTB menargetkan sejumlah proyek strategis dapat terealisasi. Di antaranya pembangunan pembangkit listrik energi baru terbarukan (EBT) oleh PT Berkah Energi Lombok yang bekerja sama dengan PT Shine Green Energy Indonesia. Proyek senilai Rp3,1 triliun ini mencakup pembangunan PLTS dan PLTB dengan total kapasitas 130 MW yang tersebar di Lombok Utara, Dompu, Bima, dan Lombok Barat.

Sebelumnya, investor Asal Australia juga tertarik untuk membangun PLTS di lahan Eks Bandara Selaparang. Investor Eropa tersebut tidak hanya tertarik mengembangkan PLTS, tetapi juga melirik pariwisata hingga UMKM di NTB.


Dikatakan, investor tertarik pada lahan berstatus Clean and Clear seluas minimal 50 are. Salah satu opsi yang disarankan oleh Pemprov adalah eks Bandara Selaparang yang kini berada di bawah pengelolaan Angkasa Pura.


Tak hanya energi baru terbarukan (EBT), sektor pariwisata juga menarik perhatian mereka. Para investor dikatakan melirik kawasan pasar seni seluas kurang lebih 1 hektare untuk dikembangkan menjadi pusat UMKM terpadu dan atraksi budaya. (era)

IKLAN

RELATED ARTICLES

IKLAN






VIDEO