BerandaPENDIDIKANCegah Paparan Konten Negatif, SMAN 3 Mataram Konsentrasikan Materi Santun Bermedsos

Cegah Paparan Konten Negatif, SMAN 3 Mataram Konsentrasikan Materi Santun Bermedsos


Mataram (Suara NTB) – Di tengah arus informasi, SMA Negeri 3 (SMANTI) Mataram memiliki komitmen serius dalam mencegah dampak negatif paparan konten digital bagi para siswa. Komitmen tersebut termanifestasi pada upaya sekolah menjadikan materi ‘Santun dalam Penggunaan Media Sosial (Medsos)’ sebagai konsentrasi utama pada pelaksanaan Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah (MPLS) 2026.


Waka Kesiswaan SMAN 3 Mataram, Julaini mengatakan, pada MPLS tahun ini, pihaknya memang memilih tata cara penggunaan medsos sebagai konsentrasi utama yang akan diinternalisasikan pada siswa baru. Selain sebagai respons kondisi sosial, konsentrasi ini juga sejalan dengan semangat pemerintah dalam upaya menjaga anak bangsa dari dampak buruk digitalisasi.


“Karena di sini santun bermedsos itu masuk ke salah satu item dari MPLS, selain tujuh kebiasaan anak Indonesia hebat yang sudah dari kemarin memang kita laksanakan,” ujarnya, Minggu (5/7).
Dalam pelaksanaannya, pihaknya akan mengundang pihak terkait untuk menyampaikan materi tersebut. Antara lain, Dinas Komunikasi, Informatika, dan Statistik (Kominfotik). Selain itu, ada Badan Narkotika Nasional dan Kepolisian untuk menyampaikan materi pencegahan radikalisme dan terorisme.


Julaini menegaskan, salah satu item materi MPLS adalah pemilihan materi santun bermedsos juga menjadi langkah konkret SMAN 3 Mataram dalam menjawab persoalan sosial yang nyata di lingkungan sekolah.


Menurutnya, remaja saat ini rentan menjadi pelaku atau korban perundungan lantaran kurangnya pemahaman mendalam terhadap etika bermain Medsos. Karena itu, materi ini diharapkan dapat mencegah dampak negatif medsos terhadap perilaku dan karakter siswa.


“Jadi bukan hanya di NTB saja, ini juknis se-Indonesia untuk yang santun bermedsos. Mungkin saja ini diambil karena bagaimana banyaknya siswa yang terpapar hal-hal negatif dari medsos itu. Nah, nanti akan disisipkan juga dimateri medsos itu yang sudah kami buatkan surat ke Kominfo supaya diselipin. Karena sekarang ini rentan dengan perundungan digital itu,” tuturnya.

Selain materi etika menggunakan Medsos, MPLS kali ini juga akan menjadi sarana untuk menanamkan programa 7 Kebiasaan Anak Indonesia Hebat, Pagi Ceria, hingga program 5S (Senyum, Salam, Sapa, Sopan, Santun).


Tak kalah penting kata dia, MPLS akan menjadi ajang bagi siswa beradaptasi dengan lingkungan sekolah yang baru. Siswa diharapkan dapat melebur dengan lingkungan baru serta dapat membangun relasi sosial dengan sesamanya.


“Karena MPLS intinya pengenalan lingkungan, pengenalan lingkungan sekolah, maka nanti akan kami isi dengan pengenalan kurikulum, kemudian pengenalan seluruh ekskul yang ada di SMA 3 Mataram,” jelasnya.


Dalam pelaksanaannya, sekolah turut melibatkan OSIS untuk membantu siswa baru mengenali lingkungan sekolah dan membangun jejaring sosial. Kendati demikian, Julaini menegaskan, pihaknya berkomitmen untuk tidak mentoleransi kekerasan baik fisik maupun verbal dalam pelaksanaan MPLS.


“Saya sudah sampaikan ke anak OSIS tidak ada kekerasan fisik atau perpeloncoan, itu yang selalu saya wanti-wanti sama anak OSIS. Makanya, nanti kami pendamping itu betul-betul akan memantau,” tegasnya.


Julaini berharap, selain menjadi ajang pengenalan lingkungan sekolah, MPLS 2026 di SMAN 3 Mataram diharapkan menjadi momentum untuk meneguhkan kembali semangat kebersamaan yang mampu menciptakan keamanan dan kenyamanan di lingkungan sekolah. Terlebih dengan konsentrasi etika bermedsos, pelajar Smanti diharapkan mampu menjadi garda terdepan dalam menangkal dampak buruk media sosial.


“Dan yang terakhir tentu bagaimana kami mencoba melindungi mereka dari dunia digital tadi, supaya mereka tidak terpapar dengan radikalisme, terorisme, dan mereka mampu menjadi pengguna medsos yang bijak,” pungkasnya. (sib/*)

IKLAN

RELATED ARTICLES

IKLAN






VIDEO