PEMERINTAH Kelurahan Monjok Timur, Kecamatan Mataram, meningkatkan upaya pencegahan penyebaran Demam Berdarah Dengue (DBD) setelah ditemukan kasus penyakit tersebut di wilayahnya. Pemerintah kelurahan langsung berkoordinasi dengan Puskesmas Mataram untuk melakukan penanganan sekaligus memperkuat langkah-langkah pencegahan agar kasus serupa tidak kembali terjadi.
Berdasarkan laporan masyarakat, terdapat dua warga Kelurahan Monjok Timur yang sempat terjangkit DBD. Menindaklanjuti temuan tersebut, pemerintah kelurahan mengintensifkan sosialisasi Pemberantasan Sarang Nyamuk (PSN) kepada masyarakat.
Lurah Monjok Timur, Ryan Hadi Utama, mengatakan pihaknya menekankan pentingnya pelaksanaan PSN secara rutin, baik yang dilakukan pemerintah melalui kegiatan gotong royong maupun secara mandiri oleh setiap warga di lingkungan masing-masing. Langkah tersebut dinilai paling efektif untuk meminimalkan perkembangbiakan jentik nyamuk Aedes aegypti.
“Sebagai penekanan, warga juga harus melakukan PSN di rumah masing-masing,” ujarnya, Selasa (7/7/2026).
Terkait penanganan menggunakan fogging, Ryan menjelaskan pelaksanaannya harus melalui koordinasi dengan Dinas Kesehatan. Menurutnya, fogging tidak dilakukan secara sembarangan karena sasaran penyemprotan difokuskan pada lokasi yang terdapat kasus DBD beserta lingkungan di sekitarnya sesuai hasil penyelidikan epidemiologi.
Selain itu, penggunaan fogging juga tidak menjadi pilihan utama karena hanya membunuh nyamuk dewasa dan berpotensi menimbulkan dampak terhadap kesehatan apabila dilakukan secara berlebihan. Oleh karena itu, pemerintah kelurahan lebih mengedepankan upaya pencegahan melalui PSN serta pemanfaatan bubuk Abate yang diperoleh dari puskesmas dan didistribusikan kepada masyarakat melalui para kader.
Ryan mengungkapkan, kasus DBD hampir setiap tahun masih ditemukan di wilayahnya. Pada 2025 tercatat sekitar tiga kasus, sedangkan pada 2026 hingga saat ini terdapat satu kasus yang terjadi di lingkungan Karang Bedil.
Ia mengimbau masyarakat untuk lebih meningkatkan kepedulian terhadap kebersihan lingkungan, terutama saat memasuki masa peralihan musim yang berpotensi meningkatkan perkembangbiakan nyamuk. Warga diminta rutin menguras, menutup, dan mendaur ulang tempat-tempat yang berpotensi menjadi genangan air agar penyebaran DBD dapat dicegah sejak dini.
“Tentunya kami imbau masyarakat untuk tetap jaga keberhasilan terutama di tempat-tempat genangan yang memicu jentik,” pungkasnya. (pan)

