Selong (suarantb.com) – Tim Kuliah Kerja Nyata–Pembelajaran Pemberdayaan Masyarakat (KKN-PPM) Universitas Gadjah Mada (UGM) Periode II Tahun 2026 Melodi Aikmel menjalankan pengabdian di Desa Aikmel Utara dan Desa Kembang Kerang, Kecamatan Aikmel, Kabupaten Lombok Timur, Nusa Tenggara Barat. Program ini berlangsung sejak 20 Juni hingga 8 Agustus 2026 dan melibatkan 30 mahasiswa lintas disiplin ilmu.
Koordinator Mahasiswa Unit, Shaffan Zaky Soedarmo menjelaskan, program ini mengusung tema besar “Sinergi Pemberdayaan Masyarakat melalui Penerapan Ilmu Pengetahuan, Teknologi Tepat Guna, dan Penguatan Kelembagaan Desa dalam Mewujudkan Kedaulatan Pangan dan Ketahanan Lingkungan Berbasis Potensi Lokal”. Harapannya nanti, mampu menjawab tantangan pertanian, kesehatan, ekonomi, dan lingkungan di kedua desa tersebut.
Diakuinya, ada alasan pihaknya memilih Kecamatan Aikmel sebagai lokasi KKN-PPM. Menurutnya, Aikmel adalah salah satu kecamatan yang cukup dinamis di Kabupaten Lombok Timur, berfungsi sebagai pusat perdagangan dan distribusi bagi wilayah sekitarnya.
‘’Selain itu, di balik keramaian aktivitas ekonominya, sejumlah desa di kecamatan ini masih menghadapi keterbatasan akses layanan dasar, termasuk ketergantungan pada mata air alami sebagai sumber air bersih serta persoalan pengelolaan sampah dan limbah yang belum tertata dengan baik,’’ terangnya dalam keterangan yang diterima, Selasa, 7 Juli 2026..
Desa Aikmel Utara, tambahnya, memiliki infrastruktur yang relatif memadai dan mengandalkan pertanian padi sebagai komoditas utama. Namun demikian, pengembangan UMKM di desa ini masih berjalan individual dan musiman. Sementara petani masih menghadapi ketergantungan pada pupuk kimia serta fluktuasi harga hasil panen. Pengelolaan sampah dan limbah ternak juga masih menjadi pekerjaan rumah di desa ini.
Sementara itu, Desa Kembang Kerang memiliki potensi pertanian bawang merah dan padi serta sumber daya air yang melimpah, ditambah daya tarik wisata Mata Air Lintah yang belum berkembang secara optimal.
Selain itu, desa ini masih menghadapi keterbatasan infrastruktur dasar seperti irigasi dan akses jalan, serta isu sosial terkait kekerasan terhadap perempuan dan anak yang menjadi perhatian bersama masyarakat setempat.
Shaffan Zaky Soedarmo, menjelaskan, program kerja Tim KKN-PPM UGM Melodi Aikmel dirancang melalui empat klaster keilmuan yang saling melengkapi. Pertama, Klaster Kesehatan (Medika) yang berfokus pada edukasi kesehatan ibu dan anak, termasuk pendampingan seputar kehamilan, pemenuhan gizi bayi melalui MPASI, serta pemeriksaan kesehatan umum dan kesehatan gigi dan mulut.
Selain itu, Klaster Sains dan Teknologi (Saintek) mengarah pada penguatan pengelolaan sampah masyarakat melalui pendekatan berbasis teknologi tepat guna dan edukasi pemilahan sampah dari rumah tangga.
Klaster Agronomi (Agro) berfokus pada edukasi pengolahan limbah pertanian dan peternakan menjadi produk yang lebih bermanfaat, sekaligus mendorong praktik pertanian yang lebih ramah lingkungan. Dan Klaster Sosial-Humaniora (Soshum) menyasar penguatan literasi keuangan dan pendampingan legalitas usaha bagi pelaku UMKM, termasuk pengenalan sistem pembayaran digital yang lebih inklusif.
Selain program di masing-masing klaster, tim juga menyiapkan kegiatan bersama sebagai wadah untuk merangkum capaian program sekaligus mempererat interaksi dengan masyarakat di kedua desa.
Untuk itu, pihaknya mengharapkan melalui pendekatan yang partisipatif, Tim KKN-PPM UGM Melodi Aikmel berupaya merancang program yang berakar pada persoalan nyata di lapangan, dengan harapan hasil dan pendekatan yang diperkenalkan dapat terus dimanfaatkan oleh masyarakat secara mandiri setelah masa penugasan KKN berakhir. Koordinasi bersama perangkat desa dan observasi lapangan yang telah dilakukan sejak sebelum penerjunan menjadi bekal bagi tim untuk memastikan program yang dijalankan relevan dengan kebutuhan warga Desa Aikmel Utara dan Desa Kembang Kerang. (ham)

