BerandaNTBPenguatan Literasi dan Bahasa Daerah di NTB Perlu Digalakkan

Penguatan Literasi dan Bahasa Daerah di NTB Perlu Digalakkan

Mataram (Suara NTB) – Literasi di NTB perlu terus digalakkan oleh semua pihak. Penguatan literasi ini penting untuk meningkatkan hasil asesmen nasional dan Tes Kemampuan Akademik (TKA) siswa di NTB yang nilainya masih relatif rendah. Tak kalah pentingnya, upaya merevitalisasi bahasa daerah di NTB juga mesti didukung semua pihak.

Kepala Balai Bahasa NTB, Dr. Arie Andrasyah Isa, S.S., M.Hum., yang ditemui di ruang kerjanya, belum lama ini mengatakan, untuk menguatkan literasi, pihaknya akan menjalankan sejumlah program. Di antaranya program membaca kritis dan bentuk literasi yang lainnya. Pihaknya akan menyasar guru dan siswa.

“Penguatan literasi ini untuk meningkatkan asesmen nasional dan TKA. Tentu saja ini berurusan dengan penguasaan bahasa Indonesia di kalangan guru dan siswa, akan kami tingkatkan lagi,,” ujarnya.

Di samping itu, Balai Bahasa NTB juga menyoroti penggunaan bahasa negara di ruang publik dan naskah dinas. Pihaknya terus berkoordinasi dengan pemerintah daerah. Koordinasi ini untuk merumuskan surat keputusan (SK) penguatamaan bahasa negara di ruang publik dan tata naskah dinas.

“Sebelum itu, kami kami juga sudah sering dan selalu melaksakanan penyuluhan bahasa Indonesia bagi guru dan tenaga kependidikan,” ujar Arie.

Balai Bahasa NTB Laksanakan Revitalisasi Bahasa Daerah

Tak kalah pentingnya, Balai Bahasa NTB selama beberapa tahun terakhir terus menguatkan revitalisasi bahasa daerah melalui berbagai program. “Kami juga berperan dalam hal melestarikan bahasa daerah di NTB. Bahasa itu bisa punah dengan cepat dan tidak dipakai kalau tidak digalakkan penggunaannya,” ungkapnya.

Upaya pelestarian bahasa daerah Sasak, Samawa, dan Mbojo yang dilaksanakan oleh Balai Bahasa Provinsi NTB dilaksanakan sejak tahun 2022.

Rangkaian revitalisasi bahasa daerah pada tahun 2026 ini telah memasuki tahap Bimbingan Teknis Guru Utama yang menyasar 65 guru SD dan 55 guru SMP.

Balai Bahasa NTB telah melaksanakan rapat koordinasi antarinstansi, Diskusi Kelompok Terpumpun (DKT) Revisi Pembelajaran Modul yang telah menghasilkan modul pembelajaran bahasa daerah Sasak, Samawa, dan Mbojo.

Arie Andrasyah Isa menegaskan bahwa program revitalisasi bahasa daerah merupakan salah satu upaya agar bahasa daerah tidak punah. Bahkan, hal ini merupakan salah satu amanat dalam Undang-Undang No. 24 Tahun 2009 tentang Bendera, Bahasa, dan Lambang Negara, serta Lagu Kebangsaan. Setiap tahun bahasa daerah mengalami kemunduran. Baik dari segi penutur maupun penggunaannya karena anak zaman sekarang lebih senang menggunakan bahasa asing. (ron)

IKLAN

RELATED ARTICLES

IKLAN





VIDEO