Kota Bima (Suara NTB) – Kementerian Agama (Kemenag) Kota Bima, mulai mengimplementasikan Kurikulum Berbasis Cinta (KBC) di seluruh jenjang madrasah. Tujuannya sebagai upaya membentuk karakter peserta didik.
Kurikulum yang digagas Menteri Agama RI, Prof. Dr. Nasaruddin Umar menekankan pembelajaran yang tidak hanya berorientasi pada pengetahuan, tetapi juga menanamkan nilai cinta kepada Tuhan, sesama manusia, dan lingkungan.
Kepala Kemenag Kota Bima, H. Mansyur, S.Ag., mengatakan KBC telah beberapa kali disosialisasikan melalui kolaborasi dengan Komisi VIII DPR RI bersama Anggota DPR RI Hj. Mahdalena serta UIN Mataram. Sosialisasi tersebut,ditujukan kepada seluruh jenjang madrasah mulai dari Raudhatul Athfal (RA) hingga Madrasah Aliyah (MA).
“Sudah beberapa kali kita sosialisasikan terkait dengan Kurikulum Berbasis Cinta yang digagas oleh Pak Menteri kita, Prof. Dr. Nasaruddin Umar. Bersama Komisi VIII DPR RI dan UIN Mataram, kami juga menyosialisasikan bagaimana penerapannya dalam proses pembelajaran di semua jenjang madrasah,” ujarnya, Sabtu (11/7).
Menurut Mansyur, selama masa libur sekolah sebagian besar guru madrasah mengikuti pelatihan, agar memiliki pemahaman yang komprehensif mengenai implementasi KBC. Dengan demikian, penerapan kurikulum tersebut diharapkan dapat berjalan optimal saat proses belajar mengajar dimulai.
Ia menjelaskan, KBC bertumpu pada tiga nilai utama, yakni cinta kepada Allah SWT, cinta kepada sesama manusia, dan cinta kepada alam semesta. Ketiga nilai tersebut, diharapkan menjadi fondasi pembentukan karakter peserta didik sejak dini.
“Kalau ini bisa berhasil kita aplikasikan, maka pertama kita dekatkan anak ini kepada Tuhannya, cinta kepada Allah. Lalu yang kedua, bagaimana bisa terbangun harmonisasi di dalam hubungan persahabatan di antara sesama siswa, kemudian antara siswa dengan gurunya. Lalu bagaimana mereka kita sadarkan, kita pahamkan tentang pentingnya cinta lingkungan,” jelasnya.
Menurutnya, penanaman nilai-nilai tersebut tidak hanya bertujuan membentuk peserta didik yang unggul secara akademik, tetapi juga melahirkan generasi yang memiliki kepedulian terhadap sesama dan lingkungan.
“Harapannya implementasinya langsung menyentuh hati dan pikiran anak-anak siswa kita, sehingga nanti akan menjadi karakter mereka. Menjadi hamba yang taat kepada Tuhannya, yang mencintai sesama manusia, dan cinta kepada alam. Itulah filosofi daripada KBC,” pungkasnya. (hir)

