BerandaNTBSUMBAWAMoyo Utara Mulai Terdampak Kemarau

Moyo Utara Mulai Terdampak Kemarau

Sumbawa Besar (Suara NTB) – Camat Moyo Utara, Awaludin Safari mengakui kondisi masyarakat sudah sangat kritis air bersih terutama di wilayah pesisir. Sumber air di beberapa sumur warga terasa sangat payau dan tidak layak konsumsi.

“Sudah ada beberapa desa yang meminta pendistribusian air bersih. Kami juga sudah bersurat ke BPBD untuk bisa direalisasikan karena memang ketersediaan air bersih bagi masyarakat sudah menipis,” ucapnya, kepada Suara NTB, Senin (13/7).

Awal melanjutkan, beberapa wilayah yang sudah masuk dalam kondisi kritis yakni di Desa Penyaring, Kukin, dan Pungkit.  Khususnya untuk Desa Pungkit wilayah yang terdampak berada di Dusun Limung, karena sangat kekurangan sumber mata air. “Memang di Dusun Limung airnya sangat kurang, apalagi air di lokasi tersebut rata-rata digunakan untuk mandi dan mencuci pakaian. Sementara untuk air minum masyarakat terpaksa membeli dari kendaraan yang datang,” ucapnya.

Dikatakan, masyarakat terpaksa membeli air per galon seharga Rp6.000 dengan rata-rata kebutuhan 2-3 galon per hari. Di Desa Kukin kondisinya juga hampir sama dengan keluhan keterbatasan air bersih untuk konsumsi sehari-hari.

Selain di daerah pesisir kata Awal, masyarakat yang berada di dalam kota juga mengalami kekurangan air bersih. Apalagi di wilayah Sebewe rata-rata air sumur warga memiliki banyak zat kapur, sehingga tidak layak untuk konsumsi secara langsung.

“Masyarakat terpaksa membeli air khusus untuk konsumsi harian, karena air yang bersumber dari sumur warga memiliki banyak zat kapur. Zat kapur tinggi juga sangat membahayakan bagi kesehatan,” jelasnya.

Ia berharap kepada pemerintah untuk bisa segera menyalurkan air bersih ke masyarakat termasuk juga air untuk konsumsi. Hal itu dilakukan agar beban masyarakat bisa terasa lebih ringan, karena mereka terpaksa untuk membeli air untuk dikonsumsi sehari-hari.

“Kami berharap pemerintah tidak hanya menyalurkan air bersih ke masyarakat melainkan ada air layak konsumsi. Sehingga masyarakat tidak lagi membeli air bersih untuk konsumsi harian,” kata Awal berharap. (ils)

IKLAN

RELATED ARTICLES

IKLAN





VIDEO