BerandaNTBLOMBOK BARATMembahayakan Keselamatan, Warga Rela Urunan Perbaiki Jembatan Kayu Cemara Lembar

Membahayakan Keselamatan, Warga Rela Urunan Perbaiki Jembatan Kayu Cemara Lembar

Giri Menang (Suara NTB) – Warga Dusun Cemara Desa Lembar Selatan Kecamatan Lembar, Lombok Barat (Lobar) rela urunan untuk memperbaiki jembatan kayu yang kondisinya rusak parah. Aksi spontan warga ini karena khawatir dengan kondisi jembatan saat ini yang sangat membahayakan hingga mengancam keselamatan warga.


Bahkan baru-baru ini mobil pengunjung terperosok di jembatan itu hingga videonya pun viral di media sosial. Solikin, warga setempat mengatakan perbaikan jembatan kayu itu dilakukan warga secara swadaya gotong royong. Warga urunan mengeluarkan uang untuk membeli bahan-bahan dan ada juga menyumbang kayu.


“Warga mulai urunan kumpulkan uang dan kayu sejak seminggu lalu untuk beli bahan-bahan. Setelah terkumpul barulah kami gotong royong perbaiki jembatan,” kata Solikin, Rabu (15/7/2026).
Warga mulai bergotong royong memperbaiki jembatan kayu itu sejak dua malam lalu, mulai Senin (13/7) malam. Aksi spontanitas warga ini muncul, karena jembangan itu sangat vital bagi masyarakat. Terutama bagi anak-anak sekolah dan aktivitas ekonomi sehingga jembatan itu sangat ramai dilalui warga.


Terlebih lagi, pada tiap akhir pekan (Sabtu dan Minggu), pengunjung ramai ke daerah pariwisata setempat. Sementara, anggaran perbaikan jembatan itu tidak dianggarkan dari pihak Pemdes. Padahal pihak Pemdes sering kali melewati jembatan itu. “Jadi kami bersama masyarakat tergerak untuk perbaiki jembatan ini, dan ini emergency,” ujarnya.


Apalagi, kata dia, menyaksikan seringkali jembatan ini viral di media sosial karena kendaraan terperosok. Warga sangat khawatir dengan kondisi jembatan itu, karena membahayakan warga maupun pengunjung yang lewat. “Sehingga dengan spontan, dengan sendirinya kami bergerak,” imbuhnya. Untuk mencegah kecelakaan, bagian jembatan yang rusak dan lapuk pun diganti agar aman dilalui pengendara.


Awalnya, warga berharap bisa membayar tukang untuk perbaiki jembatan itu. Tetapi dana dari hasil urunan tidak mencukupi untuk membiayai ongkos tukang, sehingga ia dan warga lain mengumumkan melalui pengeras suara masjid untuk turun gotong royong. “Ongkos tukangnya saja itu Rp20 juta, sedangkan uang yang terkumpul tidak cukup, sehingga kami pun gotong royong,” sambungnya.


Warga sendiri telah lama mengeluhkan kondisi jembatan itu, warga berharap agar segera dibangun permanen. Lebih-lebih wisata Cemara selalu ramai dikunjungi. “Kami berharap agar jembatan ini segera diperbaiki,” harapnya. (her)

IKLAN

RELATED ARTICLES

IKLAN





VIDEO