Tanjung (Suara NTB) – Contoh sukses BUMDes Anyar, Desa Anyar, Kecamatan Bayan dalam mengelola SPBU Mini/Pertashop dinilai perlu dicontoh oleh Pemerintah Desa lain di Kabupaten Lombok Utara (KLU). Usaha ini tidak hanya membantu pemerataan distribusi BBM bersubsidi dengan standar harga pemerintah, tetapi juga menjadi unit bisnis yang menguntungkan bagi peningkatan PADes.
“Bagus peluang usaha ini, namun tentu harus dipastikan betul kesiapan pemenuhan persyaratan dan lainnya,” ujar Kepala Dinas Pengendalian Penduduk, KB, PMD Lombok Utara, Atmaja Gumbara, SP., ME., Rabu (15/7/2026).
Ia menilai, BUMDes perlu menyusun visi bisnis yang mendukung perkembangan potensi ekonomi desa. Ketersediaan BBM bersubsidi di tingkat masyarakat desa, tentu menjadi faktor yang ikut mempengaruhi mobilitas masyarakat maupun ekonomi di desa tersebut.
Sebaran SPBU Mini/Pertashop di desa-desa dipandang ikut menekan biaya operasional usaha masyarakat. Pasalnya, pemegang izin usaha ini akan terikat dengan aturan harga jual sesuai HET.
Kendati unit usaha ini menjanjikan, Atmaja menyarankan bagi desa-desa yang melirik usaha ini untuk memastikan pemenuhan syarat-syarat yang ditetapkan BUMN Pertamina. Selain ketersediaan aset desa/aset BUMDes sebagai calon lokasi Pertashop, Desa juga perlu memastikan dukungan permodalan untuk menebus BBM.
“Sementara ini, yang jual BBM di Pertashop baru BUMDes Anyar. Namun kami perlu sinkronkan dengan Disperindag, mengantisipasi kemungkinan ada kebijakan tersebut ke KDMP,” ujarnya.
Atmaja mengaku memiliki persepsi yang sama terhadap pandangan Komisi III DPRD KLU terhadap peluang usaha BBM Pertashop. Sebab secara teknis anggaran, unit usaha ini tidak menganggu konstruksi APBDes, mengacu pada pelaksanaan dan pengawasan di BUMDes Anyar. (ari)

