Giri Menang (suarantb.com) – Pemerintah Provinsi Nusa Tenggara Barat (NTB) menggelar jamuan makan malam (welcome dinner) bagi para peserta Rapat Kerja dan Musyawarah Luar Biasa Asosiasi Pemerintah Provinsi Seluruh Indonesia (APPSI) Tahun 2026 di Senggigi, Kabupaten Lombok Barat, Rabu (15/7/2026) malam.
Jamuan tersebut menjadi pembuka rangkaian pertemuan para kepala daerah dari seluruh Indonesia sekaligus momentum memperkenalkan pesona dan keramahan NTB sebagai tuan rumah.
Malam keakraban itu dihadiri Wakil Menteri Dalam Negeri Bima Arya Sugiarto, Ketua APPSI yang juga Gubernur Kalimantan Timur Rudy Mas’ud, para gubernur, wakil gubernur, sekretaris daerah, serta perwakilan pemerintah provinsi dari berbagai daerah. Turut hadir Wakil Gubernur NTB Indah Dhamayanti Putri, jajaran Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) NTB, dan Ketua Tim Penggerak PKK Provinsi NTB, Sinta M. Iqbal.
Dalam sambutannya, Gubernur NTB Lalu Muhamad Iqbal menyampaikan rasa syukur dan kebanggaannya atas kepercayaan yang diberikan kepada NTB sebagai tuan rumah penyelenggaraan Rapat Kerja dan Musyawarah Luar Biasa APPSI Tahun 2026.
“Atas nama Pemerintah Provinsi dan seluruh masyarakat NTB, kami mengucapkan selamat datang. Terima kasih kepada APPSI yang telah mempercayakan NTB sebagai tuan rumah. Semoga Bapak-Ibu tidak hanya mengikuti rangkaian kegiatan, tetapi juga menikmati keindahan dan keramahan NTB,” ujar Gubernur.
Menurut Gubernur, penyelenggaraan APPSI tahun ini menjadi kebanggaan tersendiri karena mencatat tingkat kehadiran kepala daerah yang sangat tinggi.
“Ini sebuah kehormatan bagi kami. Kami mendengar bahwa sejak Ketua APPSI dilantik, inilah kegiatan dengan jumlah peserta terbanyak. Lebih dari 24 gubernur dan wakil gubernur hadir di NTB,” katanya.
Dalam suasana santai yang disambut antusias para undangan, Gubernur juga membagikan kisah menarik mengenai Pulau Lombok. Dengan gaya khasnya, ia mengaitkan keindahan Lombok dengan teori kosmologi yang dipopulerkan ilmuwan Stephen Hawking.
“Saya pernah membaca tulisan Stephen Hawking tentang teori Big Bang. Saya membayangkan, begitu dahsyat ledakannya hingga serpihan surga jatuh ke bumi. Nah, serpihan itu adalah Pulau Lombok,” ucapnya, disambut tepuk tangan para undangan.
Melalui kesempatan tersebut, Gubernur turut mengajak seluruh peserta untuk menikmati berbagai destinasi unggulan di NTB, termasuk kawasan Mandalika yang menjadi salah satu agenda kunjungan para peserta selama berada di Pulau Lombok.
Sementara itu, Wakil Menteri Dalam Negeri Bima Arya Sugiarto memberikan apresiasi terhadap penyelenggaraan welcome dinner yang dinilainya dikemas dengan baik dan menghadirkan nuansa khas NTB.
“Kalau acaranya diselenggarakan Pak Gubernur Iqbal, kualitasnya terjamin. Beliau mantan diplomat, jadi saya menyebut beliau The Diplomat Governor. Cara mengemas acaranya selalu menarik dan berkelas,” ujarnya.
Bima Arya juga menekankan pentingnya forum APPSI sebagai ruang bagi para kepala daerah untuk saling bertukar pengalaman dan memperkuat kolaborasi di tengah berbagai tantangan pembangunan yang semakin kompleks.
Menurutnya, pemerintah daerah saat ini dihadapkan pada berbagai tantangan, mulai dari pencapaian target pembangunan nasional, penyesuaian kapasitas fiskal daerah, hingga tingginya ekspektasi masyarakat di era digital.
“Karena itu para kepala daerah harus sering berkumpul, saling berbagi pengalaman dan saling menguatkan. Dari forum seperti inilah lahir inspirasi-inspirasi baru untuk membangun daerah,” katanya.
Dalam kesempatan tersebut, Bima Arya juga membagikan refleksinya mengenai lima tipe kepala daerah, yakni pemimpin yang mengejar eksistensi, prestasi, validasi, inspirasi, dan kontemplasi. Menurutnya, setiap kepala daerah perlu terus berkembang agar mampu menjadi inspirasi bagi daerah lain.
Suasana hangat dan penuh keakraban yang terbangun sepanjang welcome dinner menjadi pembuka yang berkesan bagi pelaksanaan Rapat Kerja dan Musyawarah Luar Biasa APPSI Tahun 2026. Pertemuan ini diharapkan tidak hanya mempererat hubungan antarpemerintah provinsi, tetapi juga memperkuat sinergi antara pemerintah pusat dan daerah dalam menghadapi berbagai tantangan pembangunan nasional, sekaligus menjadi ajang memperkenalkan potensi pariwisata dan keramahan masyarakat NTB kepada para pemimpin daerah dari seluruh Indonesia. (r/ham)

