Mataram (Suara NTB) – Tim gabungan dari Sat Polairud Polres Bima, Sat Polairud Polres Bima Kota, Pos SAR Bima, serta Pos TNI AL melakukan evakuasi penyelamatan 44 penumpang dan awak Kapal Motor (KM) Armada Mulia yang mengalami kecelakaan laut di perairan Sanggar, Kabupaten Bima, Kamis (16/7/2026).
Direktur Polairud Polda NTB, Kombes Pol. Boyke Fredrik Salmon Samola, Jumat (17/7/2026) mengatakan KM Armada mengalami kecelakaan laut di Selat Sanggar. Kapal yang berlayar dari Pelabuhan Kayangan, Lombok, menuju Labuan Bajo itu didiga dihantam gelombang tinggi dari arah utara yang menyebabkan lambung kiri kapal mengalami kebocoran hingga akhirnya tenggelam.
Tim gabungan menerima laporan adanya kecelakaan tersebut pada Kamis (16/7/2026) pukul 21.25 Wita. “Begitu menerima informasi, personel Sat Polairud Bima dan Sat Polairud Bima Kota langsung berkoordinasi dengan Tim SAR Bima dan Pos TNI AL untuk melaksanakan proses evakuasi,” ujar Boyke.
Proses evakuasi kemudian berlangsung hingga Jumat (17/7/2026). Dalam proses penyelamatan, dua kapal yang kebetulan melintas di lokasi, yakni KM Majestic dan KM Sultan, turut memberikan bantuan untuk mengevakuasi para penumpang menuju Pelabuhan Bima.
Ia melanjutkan, kolaborasi antara tim gabungan dan kapal-kapal yang berada di sekitar lokasi membuat proses evakuasi berlangsung cepat dan aman.
Adapun dari 44 penumpang yang diselamatkan tersebut, 8 orang merupakan kru kapal, tujuh merupakan penumpang warga negara Indonesia (WNI), sementara 29 lainnya adalah warga negara asing (WNA).
“Seluruh penumpang maupun kru berhasil dievakuasi tanpa ada korban jiwa,” tambahnya. Namun KM Armada Mulia mengalami kerugian materi,” pungkasnya. (mit)

