Mataram (Suara NTB) – Sekolah Menengah Atas Negeri (SMAN) 5 Mataram, menggelar aksi nyata mendukung kemandirian pangan sekaligus menekan inflasi melalui program Tanam Cabai untuk Pengendalian Inflasi (TAPSI pada), Jumat (17/7). Kegiatan ini sekaligus menjadi langkah strategis sekolah dalam mewujudkan visi menuju Sekolah Adiwiyata (sekolah yang peduli dan berbudaya lingkungan).
Program TAPSI sendiri merupakan gerakan strategis Pemerintah Provinsi NTB, yang sebelumnya telah resmi diluncurkan oleh Gubernur NTB pada Rabu (15/7).
Kepala SMAN 5 Mataram, Nurhani menjelaskan bahwa aksi menanam cabai di lingkungan sekolah ini, merupakan bentuk kontribusi aktif untuk mengantisipasi lonjakan harga komoditas pangan di pasar.
“Sekolah mendukung program ketahanan pangan. Salah satu programnya adalah menanam cabai di sekolah,” ujarnya.
Selain menyukseskan program pemerintah daerah, gerakan ini juga berjalan beriringan dengan ikhtiar SMAN 5 Mataram dalam menanamkan karakter peduli lingkungan kepada siswa. Prinsip “satu siswa menanam satu pohon”, sekolah berkomitmen menciptakan lingkungan belajar yang asri, hijau, dan kaya akan keanekaragaman tanaman.
Aksi itu diikuti dengan antusias oleh 546 siswa kelas XI serta 50 guru dan staf tata usaha (TU). Secara bergotong-royong, warga sekolah berhasil menanam sekitar 400 bibit cabai di area sekolah.
Nurhani berharap kepedulian terhadap lingkungan tidak hanya berhenti di dalam pagar sekolah, melainkan terus terbawa hingga ke kehidupan sehari-hari di rumah.
“Harapannya meningkatkan kepedulian siswa,guru, dan tenaga pendidik terhadap lingkungan baik di sekolah dan lingkungan sekitar di masyarakat,” pungkasnya. (sib)

