Prestasi membanggakan ditorehkan oleh putri daerah asal Lombok, Nusa Tenggara Barat (NTB). Baiq Mahatma Zahra Renaisantya Misbah, atau yang akrab disapa Baiq Rena, resmi dinobatkan sebagai None Jakarta Barat (Jakbar) 2026. Keberhasilan ini menjadi cerita inspiratif tentang bagaimana kecerdasan, ketulusan hati, dan kerja keras mampu menaklukkan ketatnya persaingan di ibu kota.
MALAM puncak penobatan yang berlangsung meriah di Hotel Pullman Jakarta Central Park, Grogol Petamburan, Jumat (17/7/2026) malam, menjadi saksi bisu dikukuhkannya Baiq Rena bersama Muhammad Hamiz Ghani Ayusha (Bang Ghani) sebagai pasangan Abang None (Abnon) Jakarta Barat 2026.
Acara prestisius ini dibuka langsung oleh Wali Kota Administrasi Jakarta Barat, Uin Mutmainnah, serta dihadiri oleh Kepala Dinas Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Parekraf) Provinsi DKI Jakarta Andhika Permata, Anggota DPRD DKI Jakarta Hilda Kusuma Dewi, Wakil Wali Kota Jakarta Barat Yuli Hartono, dan jajaran pejabat daerah lainnya.
Wali Kota Jakarta Barat, Uin Mutmainnah menegaskan, ajang Abnon Jakarta Barat bukanlah kompetisi kecantikan fisik biasa yang sekadar memanjakan mata. Juri mencari paket lengkap yang mencakup formula 3B Brain, Beauty dan Behaviour.
“Para finalis tidak hanya memiliki penampilan yang baik beauty tetapi juga wawasan atau brain integritas, kemampuan komunikasi, kepemimpinan, dan kepedulian sosial atau behaviour yang akan menjadi bekal sebagai duta pariwisata dan budaya Jakarta Barat,” ujar Iin, Sabtu (18/7/2026).
Sisi Brain, seorang Baiq Rena tak perlu diragukan lagi. Ia merupakan lulusan psikologi klinis dari Universitas Bilkent dan piawai menguasai empat bahasa asing sekaligus. Kemampuan intelektualnya yang di atas rata-rata langsung mencuri perhatian sejak awal karantina.
Sementara untuk urusan Behaviour, hal inilah yang paling memikat hati para juri hingga membuatnya sulit digeser oleh finalis lain. Di balik keanggunannya, Baiq Rena memiliki rekam jejak yang panjang sebagai aktivis sosial yang tulus.
Ia aktif mendedikasikan ilmu psikologinya untuk memberikan pendampingan trauma healing bagi anak-anak korban bencana alam, korban Kekerasan Dalam Rumah Tangga (KDRT), hingga menyantuni anak-anak yatim sosial. Kombinasi kecerdasan global dan adab kepedulian sosial yang nyata inilah yang menjadikannya standar ideal None masa kini.
Persaingan yang dihadapi Baiq Rena pun terbilang fantastis sekaligus mendebarkan. Jakarta Barat dikenal secara historis sebagai wilayah dengan tingkat persaingan paling sengit karena paling banyak menyumbangkan pemenang None di tingkat provinsi.
Sebagai kontestan potensial, Baiq Rena sebenarnya memegang golden ticket untuk masuk jalur seleksi di dua wilayah sekaligus. Namun, alih-alih mencari aman, ia dengan berani memilih Jakarta Barat sebagai medan perjuangannya demi menguji kualitas mental dan kompetensinya.
Dari ratusan calon None yang mendaftar, kombinasi kualitas 3B yang dimilikinya membuat Baiq Rena melenggang mulus menembus babak 15 besar, mengerucut ke 8 besar, hingga akhirnya berdiri di panggung tertinggi sebagai Juara I None Jakarta Barat 2026.
Sebagai kota yang tengah bertransformasi menuju kota global, Iin berujar, Jakarta membutuhkan representasi anak muda yang adaptif, menguasai teknologi, namun tetap memegang teguh akar budaya.
Tugas berat kini menanti Baiq Rena dan Ghani. Keduanya mengemban amanah besar untuk mempromosikan potensi wisata unggulan Jakarta Barat, seperti kawasan bersejarah Kota Tua hingga eksotisme Pecinan Glodok ke kancah dunia.
Perjuangan gadis asal Lombok ini belum usai. Kemenangan di tingkat kota ini menjadi tiket resmi bagi Baiq Rena untuk melenggang ke Pemilihan Abang None tingkat Provinsi DKI Jakarta yang akan digelar pada bulan September 2026 mendatang.
Dukungan dan harapan besar kini mengalir dari kampung halaman di Lombok dan seluruh penjuru daerah agar Baiq Rena bisa terus menginspirasi dan membawa harum nama daerah lewat pesona 3B-nya di panggung tertinggi Jakarta. (ham)

