BerandaNTBSUMBAWA BARATLima Orang PPPK Mengundurkan Diri

Lima Orang PPPK Mengundurkan Diri

Taliwang (Suara NTB) – Sebanyak lima orang Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (PPPK) di lingkungan Pemerintah Kabupaten Sumbawa Barat (KSB), mengundurkan diri dari jabatannya selama tahun 2026. Pengunduran diri ini dengan berbagai alasan.

Kepala Badan Kepegawaian dan Pengembangan Sumber Daya Manusia (BKPSDM) KSB, Agusman, mengatakan, seluruh pengunduran diri pegawai pemerintah dengan perjanjian kerja (PPPK) tersebut dilakukan atas permintaan sendiri. “Mereka mundur sukarela,” katanya.

Pengunduran diri PPPK ini dengan berbagai alasan. Agusman diantaranya, memilih menjadi anggota Badan Permusyawaratan Desa (BPD), ada yang sedang menjalani program hamil, dan juga mendapat pekerjaan yang menurut mereka lebih baik dibandingkan menjadi PPPK.

Selain pengunduran diri, Agusman menjelaskan, jumlah PPPK di KSB juga berkurang karena pensiun dan meninggal dunia. Hingga semester pertama tahun ini, sebanyak 20 PPPK memasuki batas usia pensiun (BUP). Mereka merupakan pegawai kelahiran 1968, sehingga secara otomatis dinyatakan pensiun dan surat keputusan (SK) pengangkatannya tidak diperpanjang. Di sisi lain, terdapat 11 PPPK yang meninggal dunia pada tahun ini.

Meski terjadi pengurangan jumlah pegawai, Agusman menegaskan belum ada PPPK yang diberhentikan karena melakukan pelanggaran disiplin. “Belum ada yang diberhentikan karena melakukan pelanggaran ketentuan ASN,” cetusnya.

Agusman mengakui, berkurangnya jumlah PPPK menjadi tantangan tersendiri bagi pemerintah daerah. Pasalnya, Pemerintah KSB hingga kini masih menghadapi kekurangan pegawai.

Ia menyebutkan,jumlah PPPK di lingkungan Pemerintah KSB mencapai 4.029 orang atau sekitar 55 persen dari total aparatur. Karena itu, setiap pengurangan pegawai akan memengaruhi kebutuhan sumber daya manusia di lingkungan pemerintahan.

“Kita selama ini memang masih kekurangan pegawai. Komponen kepegawaian kita didukung oleh PPPK yang jumlahnya mencapai 4.029 orang atau sekitar 55 persen dari total pegawai. Mundurnya mereka tentu mengurangi jumlah pegawai, tetapi pemerintah tidak bisa menahan pilihan mereka,” imbuh Agusman.(bug)

IKLAN

RELATED ARTICLES

IKLAN





VIDEO