BerandaHEADLINEAmankan Penambang Ilegal

Amankan Penambang Ilegal


AKTIVITAS tambang ilegal di kawasan Konservasi Taman Wisata Alam (TWA) Tanjung Tampa, Gunung Prabu, Lombok Tengah kembali ditemukan. Sebanyak delapan penambang ilegal diamankan oleh tim gabungan setelah diduga terlibat dalam pengangkatan material 157 karung batu mengandung emas.


Kepala Dinas Energi Sumber Daya Mineral (ESDM) NTB, Samsudin, membenarkan temuan itu. Ia mengaku, para penambang ilegal ini seringkali melakukan aksi kucing-kucingan dengan petugas. Yang mana mereka mulai beraksi saat petugas lengah, biasanya ketika malam hari.


“Saya mendapatkan konfirmasi dari pengelola kawasan yaitu BKSDA NTB, bahwa illegal mining yang terjadi di lokasi itu memang sudah diamankan barang buktinya berupa 157 karung bahan galian yang mungkinan mengandung logam emas dan 8 orang yang diangkut ke BKSDA,” ujarnya.


Dari delapan orang yang diamankan tersebut, Samsudin mengungkapkan akan ada dua tersangka pada aksi ilegal tersebut. Kedua tersangka itu, lanjutnya merupakan warga lokal yang diamankan saat proses pengangkutan hasil tambang.


Menurutnya, penetapan tersangka menjadi bagian dari langkah penegakan hukum setelah sebelumnya pemerintah mengedepankan pendekatan persuasif.


“Kami meminta mungkin dengan adanya kegiatan yang sudah penetapan tersangkanya itu menjadi pelajaran lah bagi masyarakat,” lanjutnya.


Samsudin membeberkan, aktivitas penambangan tersebut berada di kawasan konservasi Tanjung Tampah yang secara administratif masuk wilayah Pengantap. Meski masuk kawasan konservasi, ia mengaku tim keamanan wajib melakukan pengawasan guna mencegah kembali munculnya aktivitas penambangan ilegal di lokasi itu.


Hingga kini, berdasarkan informasi dari lapangan, Samsudin menyebutkan masih ditemukan indikasi aktivitas tambang ilegal kawasan tersebut. Meski lokasi tersebut sudah ditutup, tidak menutup kemungkinan kawasan itu akan kembali menjadi lokasi tambang ilegal.


Kendati begitu, ia berharap adanya penetapan tersangka bisa menciptakan efek jera agar tidak ada lagi kasus serupa kembali terjadi di NTB.


“Mungkin dengan adanya penetapan tersangka itu menjadi pelajaran lah bagi masyarakat,” pungkasnya. (era)

IKLAN

RELATED ARTICLES

IKLAN





VIDEO