Mataram (Suara NTB) – Dinas Pembangunan Umum, Penataan Ruang, Perumahan dan Kawasan Permukiman (PUPRPKP) NTB menyatakan, rencana perombakan ulang atau revitalisasi Gelanggang Olahraga (GOR) Turida memerlukan kajian mendalam. Kajian tersebut mencakup soal perincian anggaran dan rencana revitalisasi.
Kepala PUPRPKP, Lalu Kusuma Wijaya mengatakan, rencana perombakan GOR Turida itu memang sudah dibahas oleh Direktorat Jenderal (Ditjen) PUPR sebelumnya. Bahkan, asesment awal terhadap gelanggang olahraga yang berada di Jalan TGH. Faisal, Kelurahan Turida tersebut, pun sudah dilakukan, sehingga perlu rincian kebutuhan anggaran secara detail.
“Nanti akan didetailkan. Setelah ada pendetailan, tentu nanti akan terhitung juga berapa pembiayaan,” ujarnya, Rabu (22/7).
Menurutnya, total anggaran yang dibutuhkan untuk merevitalisasi GOR yang dibangun di tahun 1988-1992 itu mencapai sekitar Rp700 miliar. Kusuma menyebut, kebutuhan anggaran hingga ratusan miliar tersebut, memang diniatkan untuk merombak total keseluruhan GOR.
Namun, pengerjaannya membutuhkan waktu yang panjang. Sementara, Provinsi NTB akan menjadi tuan rumah Pekan Olahraga Nasional (PON) 2028 dan GOR Turida menjadi salah satu venue utama gelaran olahraga nasional itu.
Karena itu, perbaikan perlu dikerjakan dengan pola renovasi. Artinya, perbaikan akan menyasar titik vital yang memang perlu segera diperbaiki. Renovasi ini akan direalisasikan sebelum pelaksanaan PON. Dengan demikian, sejumlah venue di GOR tetap bisa dipakai untuk PON mendatang. Sementara, revitalisasi akan dilangsungkan setelah PON digelar.
“Kalau kita lihat dari sisa waktu mungkin itu agak menjadi sulit untuk dicapai kalau kita totalitas. Jadi tadi harapannya dari Pak Komisi V untuk cabor tertentu saja mungkin itu yang dipersiapkan. Tadi kalau tidak salah atletik, itu mungkin yang akan diutamakan untuk dipersiapkan,” pungkasnya.
Rencana revitalisasi ini turut disampaikan Komisi V DPR RI saat melakukan Kunjungan Kerja (Kunker) di NTB. Salah satu rangkaian Kunker tersebut adalah meninjau kondisi GOR Turida.
Ketua Komisi V DPR RI, Lasarus secara terang-terangan mengatakan, kondisi GOR sudah tidak layak. Khususnya pada stadion utama. Beberapa fasilitas seperti tempat duduk ditumbuhi rerumputan.
“Kita nanti akan bicara dengan Pak Gubernur supaya bagaimana kalau kita revitalisasi. Kita robohkan semua untuk membangun stadion dalam konteks stadion yang berkapasitas 20ribu-40 ribu penonton,” ujarnya.
GOR yang memiliki luas 11 hektar itu dinilai cukup untuk menjadi stadion berkapasitas besar dengan fasilitas gedung utama, stadion sepakbola, track cabor atletik, serta berbagai gedung untuk cabor lainnya.
Menurut Lasarus, NTB memiliki fasilitas umum yang cukup memadai dan saling mendukung satu sama lain. Seperti bandara yang berskala internasional dan ragam fasilitas lainnya. Ia berpandangan, suatu saat Indonesia menjadi tuan rumah olahraga berskala global, GOR Turide bisa jadi salah satu lokasi yang dapat digunakan.
“Tinggal stadion ini salah satu yang kurang yang ada di NTB. Makanya, kami penting datang ke sini dalam rangka kita merencanakan revitalisasi kompleks stadion yang ada di Lombok ini untuk kita bangun lebih modern,” pungkasnya. (sib)

