BerandaPENDIDIKANSembilan Atlet Tidak Ikut Tanding, KONI Sumbawa Layangkan Surat Tuntutan

Sembilan Atlet Tidak Ikut Tanding, KONI Sumbawa Layangkan Surat Tuntutan

Mataram (Suara NTB) – Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) Kabupaten Sumbawa melayangkan surat tuntutan kepada KONI NTB, pada Jumat (24/7). Tuntutan akibat imbas dari sembilan atlet diduga didepak Pengurus Provinsi (Pengprov) Cabor Taekwondo Indonesia (TI) NTB, sebelum sempat bertanding.

Berdasarkan informasi kejadian bermula ketika sembilan atlet asal Sumbawa mengikuti pertemuan teknis Cabor TI beberapa waktu lalu. Kejanggalan terjadi ketika atlet-atlet tersebut didepak secara sepihak dan tidak bisa mengikuti pertandingan.

Ketua KONI Sumbawa, Abdur Rafiq menjelaskan, kedatangannya ke Kantor KONI NTB di Jalan Bung Hatta, Lingkungan Pejanggik, Kelurahan Pejanggik, Kecamatan Mataram untuk menyampaikan sejumlah tuntutan atas dugaan sengketa yang terjadi pada Cabor Taekwondo pada Porprov ke-XII

“Sembilan atlet kami yang berdarah-darah dizalimi, yang sudah memiliki id-card, yang dikeluarkan oleh KONI (NTB) tidak diikutsertakan dalam pertandingan.,” ujarnya, Jumat (24/7).

Rafiq mengaku, belum mengetahui secara pasti penyebab kesembilan atlet mereka didepak dan tidak diikutsertakan bertanding. Menurutnya, jika seorang atlet sudah memiliki tanda pengenal, maka tidak ada alasan bagi penyelenggara untuk tidak mengizinkan mereka ikut berkompetisi.

“Artinya, ketika id-card sudah keluar dari KONI, Pengprov wajib untuk mengikutsertakan mereka,” tegasnya.

Rafiq mengungkapkan, akibat dari sengketa itu, kesembilan atlet tersebut kaget dengan pengusiran tersebut. Para atlet lanjutnya, telah berlatih dan mempersiapkan diri sejak lama. “Jelas psikologinya terganggu. Nah, kalau mereka tidak diberikan peluang lagi, saya yakin ini akan menjadi masalah besar lagi,” tuturnya.

Pihaknya menuntut sejumlah hal antara lain, pertama, menolak dengan tegas Cabor Taekwondo, berikut hasil dan medalinya diperhitungkan. Kedua, KONI NTB diminta mengadakan ulang seleksi yang adil dan bertanggung jawab tanpa melibatkan Pengprov TI NTB. Ketiga, karena dinilai melanggar asas-asas sportivitas, KONI Sumbawa mendesak KONI NTB untuk membekukan Pengprov TI NTB.

Ke depan, Rafiq berharap perlu ada evaluasi menyangkut persoalan-persoalan yang terjadi. Begitu juga dengan Pengprov yang dinilai tidak menjunjung profesionalitas juga perlu mendapat evaluasi.

“Ini demi NTB. Bukan masalah atlet saja. Karena kami yakin bukan hanya praktik ini. Kalau kita biarkan, praktik-praktik lain akan terjadi lagi,” pungkasnya.

Ketua KONI NTB, H. Mori Hanafi menegaskan, berdasarkan surat dari KONI sendiri, bahwa pelaksanaan Cabor Taekwondo pada Porprov tidak akan dihitung.

Sementara terkait seleksi ulang untuk PON mendatang, Mori menyampaikan belum ada kesimpulan final skema seperti apa yang akan dipakai. “Tapi poinnya adalah sembilan atlet yang dari Sumbawa ini akan kita ikutkan nanti, apakah proses seleksi atau apa, dalam persiapan PON 2028,” pungkasnya. (sib)

IKLAN

RELATED ARTICLES

IKLAN





VIDEO