Kota Bima (Suara NTB) – Sebanyak 4.740 batang rokok tanpa pita cukai resmi atau rokok illegal disita dalam operasi gabungan pemberantasan rokok ilegal yang digelar di Kota Bima dalam pekan ini.
Kepala Satpol PP Kota Bima, Erwin Rahadi, S.Sos., mengatakan ribuan batang rokok dari berbagai merek itu ditemukan beredar di tiga kecamatan. Rokok tanpa pita resmi kini diamankan Bea Cukai Sumbawa untuk proses penyelidikan lebih lanjut.
“Operasi tersebut melibatkan Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) Kota Bima, Bea Cukai Sumbawa, Subdenpom Bima, dan TNI Angkatan Laut. Tim gabungan menyasar sejumlah toko kelontong, distributor, hingga pasar yang diduga menjadi lokasi peredaran rokok ilegal,” ujarnya, Jumat (24/7).
Ia menuturkan operasi itu merupakan bagian dari upaya pemerintah menekan peredaran barang kena cukai ilegal yang merugikan negara. Tujuannya lainnya adalah mengurangi potensi penerimaan negara dari sektor cukai, peredaran rokok illegal juga berisiko bagi masyarakat karena produk tersebut tidak melalui pengawasan kualitas sebagaimana mestinya.
Operasi difokuskan di Kecamatan Rasanae Timur, Rasanae Barat, dan Asakota yang menjadi sasaran pemeriksaan.
Menurutnya, tim menemukan berbagai modus penyimpanan rokok illegal. Sebagian disimpan di rak belakang toko, sementara lainnya ditemukan di gudang yang tidak mudah terlihat.
“Kami menyisir titik-titik rawan di Kecamatan Rasanae Timur, Rasanae Barat, dan Asakota. Berkat kejelian tim gabungan, kami berhasil mengamankan total 4.740 batang rokok ilegal dari berbagai merek siap edar,” ungkapnya.
Selain melakukan penyitaan, petugas juga memberikan edukasi kepada pedagang yang menjual rokok tanpa pita cukai. Pedagang diimbau tidak lagi menerima maupun memperjualbelikan produk yang tidak memenuhi ketentuan cukai.
Seluruh barang bukti hasil operasi telah diserahkan kepada Bea Cukai Sumbawa dan selanjutnya akan dilakukan penelusuran asal pasokan rokok illegal yang beredar di Kota Bima, sekaligus menindaklanjuti proses penanganan sesuai ketentuan yang berlaku.
Pemerintah Kota Bima memastikan operasi serupa akan terus dilakukan secara berkala sebagai bagian dari upaya menekan peredaran rokok ilegal di wilayah tersebut. (hir)

