BerandaNTBSUMBAWAJadi Kawasan Ekonomi Khusus, Kesiapan Samota Baru 10 Persen

Jadi Kawasan Ekonomi Khusus, Kesiapan Samota Baru 10 Persen

Sumbawa Besar (Suara NTB) – Destinasi wisata Teluk Saleh, Pulau Moyo dan Tambora akan menjadi Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) di Pulau Sumbawa. Akan tetapi, kesiapan dokumen administrasi untuk mendukung program itu baru mencapai 10 persen alias masih minim.

“Kalau kita hitung persiapan KEK Samota saat ini dari segi dokumen dan kelengkapan lainnya baru sekitar 10 persen. Kita masih melihat dan memetakan potensinya terlebih dahulu,” kata Asisten Perekonomian dan Pembangunan Setda Kabupaten Sumbawa, Lalu Suharmaji Kertawijaya, Senin (27/7).

Menurutnya, pemetaan potensi merupakan hal yang paling dasar bagi pemerintah dalam mengusulkan KEK Samota ke pemerintah pusat. Selain itu, pihaknya juga menginventarisasi produksi dari kawasan tersebut seperti produk hasil perikanan dalam lima tahun terakhir, produk pertanian dan tingkat kunjungan wisatawan dalam lima tahun terakhir.

“Dokumen-dokumen tersebut terus kita siapkan,sehingga pada saat ekspose bersama Kementerian tidak ada kendala dan bisa langsung ditetapkan menjadi KEK,” ujarnya.

Ia melanjutkan, pada saat paparan di hadapan 6 wakil menteri dan beberapa direktur dalam kunjungan ke Sumbawa pekan kemarin, Pemkab Sumbawa sedang fokus untuk menyiapkan dokumen pendukung lainnya sebelum diusulkan ke pemerintah pusat.  Adanya tujuh keistimewaan kawasan Samota  akan menjadi daya tarik investasi dan pariwisata bertaraf internasional. Pasalnya, Pulau Moyo menjadi destinasi wisata eksklusif yang memadukan wisata bahari, hutan tropis dan air terjun mata jitu.

Kedua adalah Pulau Satonda yang memiliki danau air asin vulkanik hasil letusan Gunung Tambora dan menjadi habitat berbagai spesies endemik. Teluk Saleh yang dikenal sebagai “Akuarium Raksasa Dunia” karena memiliki biodiversitas laut yang sangat tinggi,sehingga menjadi habitat berbagai spesies penting, pusat perikanan, sekaligus penggerak ekonomi biru berkelanjutan.

“Samota juga memiliki habitat hiu paus. Salah satu habitat hiu paus terbaik di Indonesia dengan lebih dari seratus individu teridentifikasi. Sekaligus kawasan konservasi da wisata bahari,” jelasnya.

Keistimewaan lainnya lanjut Suharmaji, posisi Samota sebagai bagian dari jalur Sail Indonesia melalui Yacht Rally Internasional. Hal ini tentu bisa membuka peluang besar pengembangan wisata kapal pesiar (yacht tourism) kelas dunia.

“Jadi, secara keseluruhan, kawasan SAMOTA memiliki empat keunggulan utama. Keunggulan geografi dan geologi, keunggulan biodiversitas dan konservasi, potensi ekonomi biru yang berkelanjutan, serta pariwisata premium kelas dunia,” terangnya.

Tentu yang paling penting lanjut Suharmaji yakni sirkulasi antara KEK Mandalika yang berada di Pulau Lombok dan KEK Labuhan Bajo. Potensi Kabupaten Sumbawa sangat besar dibandingkan daerah lain yakni sektor wisata hiu paus. (ils)

IKLAN

RELATED ARTICLES

IKLAN





VIDEO