Kota Bima (Suara NTB) –Realisasi investasi di Kota Bima hingga pertengahan 2026, diklaim telah melampaui target yang ditetapkan pemerintah daerah. Dari target sebesar Rp131,01 miliar, nilai investasi yang berhasil dibukukan mencapai Rp136 miliar atau sekitar 103,8 persen.
Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP) Kota Bima, Ichwanul Muslimin, SP., MM., mengatakan capaian tersebut menunjukkan tren investasi yang lebih baik dibandingkan tahun lalu. Menurutnya, kondisi itu menjadi indikator bahwa iklim investasi di Kota Bima semakin kondusif.
“Kalau dilihat dari perkembangan investasi, saat ini Kota Bima sedang dalam tren lebih baik dari tahun lalu. Hal ini ditandai dengan capaian investasi yang sudah melewati target,” ujarnya, Selasa (28/7).
Ia menjelaskan, realisasi investasi tersebut berasal dari dua kelompok penanaman modal, yakni usaha mikro dan kecil (UMK) serta non usaha mikro dan kecil (non-UMK).
“Realisasi investasi sebesar Rp136 miliar tersebut terdiri atas investasi nonusaha mikro dan kecil (non-UMK) senilai Rp81,96 miliar serta investasi usaha mikro dan kecil (UMK) sebesar Rp54,03 miliar,” sebutnya.
Sementara itu, tiga sektor yang mencatatkan realisasi investasi terbesar secara berurutan adalah sektor kesehatan dan kegiatan sosial, transportasi dan pergudangan, serta perdagangan besar dan eceran. Dominasi ketiga sektor tersebut, menunjukkan aktivitas investasi di Kota Bima masih terkonsentrasi pada sektor jasa dan perdagangan.
Ichwanul menilai capaian itu tidak terlepas dari upaya pemerintah daerah dalam memperbaiki iklim investasi melalui penyederhanaan pelayanan perizinan serta peningkatan kualitas layanan kepada masyarakat dan pelaku usaha.
Selain realisasi investasi yang melampaui target, kualitas pelayanan perizinan juga menunjukkan hasil positif. Indeks Kepuasan Masyarakat (IKM) terhadap pelayanan perizinan pada triwulan II 2026 mencapai 93,46 dengan kategori sangat baik. Angka tersebut juga telah melampaui target tahunan yang ditetapkan sebesar 90,05.
Menurut Ichwanul, capaian tersebut menjadi indikator bahwa pelayanan publik di bidang perizinan semakin mampu memenuhi harapan masyarakat dan pelaku usaha.
“Indeks Kepuasan Masyarakat atas pelayanan perizinan pada triwulan II mencapai 93,46 atau kategori sangat baik. Capaian ini juga telah melampaui target tahunan yang ditetapkan,” ujarnya.
Ia berharap tren positif investasi dapat terus dipertahankan hingga akhir tahun seiring meningkatnya kepercayaan dunia usaha terhadap iklim investasi di Kota Bima.
“Capaian ini menjadi motivasi bagi kami untuk terus meningkatkan kualitas pelayanan dan menjaga iklim investasi agar tetap kondusif sehingga semakin banyak investor yang menanamkan modalnya di Kota Bima,” pungkasnya. (hir)

