BerandaNTBLOMBOK TIMURTabalong Kalsel Belajar Peternakan ke Lotim

Tabalong Kalsel Belajar Peternakan ke Lotim

Selong (Suara NTB) – Dinas Ketahanan Pangan, Perikanan dan Pertanian (DKP3) Kabupaten Tabalong, Kalimantan Selatan (Kalsel), melaksanakan studi tiru ke Kabupaten Lombok Timur (Lotim), Nusa Tenggara Barat. Kunjungan ini bertujuan mempelajari program unggulan peternakan Lotim, khususnya pengembangan sapi potong yang dinilai sukses mendukung ketahanan pangan dan memenuhi kebutuhan protein hewani masyarakat.


Kepala Dinas Peternakan Lotim, H. Masyhur, menjelaskan bahwa Lotim merupakan daerah dengan jumlah penduduk terpadat di NTB, tersebar di 21 kecamatan serta 254 desa dan kelurahan. Untuk mendukung sektor peternakan, Lotim memiliki 18 Puskeswan dan 15 UPT. Dengan populasi sapi yang mencapai lebih dari 130 ribu ekor, Lotim menjadi salah satu penyangga utama pasokan daging di wilayah NTB.


“Lotim memiliki program unggulan sapi potong. Ke depan kami tidak akan kekurangan protein hewani, terutama dari telur. Bahkan kami sudah mampu menyuplai kebutuhan protein hewani ke daerah lain, seperti ke Kota Mataram,” ujar Masyhur.


Salah satu kunci keberhasilan Lotim adalah program “Lotim Berkembang,” yaitu Kredit Usaha Rakyat (KUR) dengan subsidi bunga yang ditanggung sepenuhnya oleh pemerintah daerah. Pada tahun 2026, Pemkab Lotim mengalokasikan anggaran subsidi bunga sebesar Rp2,5 miliar untuk program ini.


“Kami menggunakan pendekatan perbankan. Setelah koordinasi dengan perbankan, sudah banyak peternak yang mandiri. Banyak peternak yang sudah bagus perjalanan pinjamannya, bahkan ada yang mengakses secara mandiri dengan jumlah pinjaman mencapai ratusan juta rupiah,” tambah Masyhur.


Program ini terbukti berhasil. Bahkan Pemerintah Kota Samarinda, Kalimantan Timur, sebelumnya juga telah melakukan studi tiru ke Lotim untuk mempelajari mekanisme program tersebut. Berkat keberhasilannya, Lotim meraih penghargaan TPAKD Award selama dua tahun berturut-turut.
Lotim saat ini memiliki 384 personel peternakan yang bertugas mendampingi peternak, baik yang memelihara ternak secara perorangan maupun berkelompok.


“Kondisi peternakan kami mungkin belum layak sebagai tempat studi tiru. Namun kami yakin Tabalong bisa menjadi lebih maju setelah belajar dari pengalaman kami,” pungkas Masyhur.


Sementara itu, Kepala Dinas Ketahanan Pangan, Perikanan dan Pertanian Tabalong, Fahrul Raji, mengungkapkan bahwa pihaknya ingin mempelajari banyak hal dari Lotim. Tabalong memiliki luas wilayah 3.553 km persegi dengan jumlah penduduk 269 ribu jiwa. Sektor pertanian di Tabalong didominasi oleh perkebunan, dengan luas lahan karet mencapai 70 ribu hektare dan sawah seluas 9 ribu hektare.


“Kami berharap ke depan, meski tidak terlalu luas, Tabalong bisa terus belajar dari Lotim. Sebagian besar wilayah kami merupakan kawasan hutan, namun kami optimistis bisa mengembangkan sektor peternakan,” ujar Fahrul.


Sebagai bentuk keseriusan, Pemkab Tabalong baru saja menggabungkan dua dinas menjadi Dinas Ketahanan Pangan, Perikanan, dan Pertanian (DKPPP) yang membawahi tujuh bidang, termasuk peternakan dan kesehatan hewan.


Kabid Kesmavet Disnakeswan Lotim, Drh. Hultatang, mengungkapkan bahwa pihaknya terus melakukan vaksinasi untuk pembebasan Penyakit Mulut dan Kuku (PMK). Namun, ia mengakui adanya gangguan reproduksi pada ternak akibat penanganan Inseminasi Buatan (IB) yang kurang steril, sehingga banyak terjadi masalah reproduksi.


Untuk mengantisipasi penyebaran penyakit, Dinas Peternakan dan Kesehatan Hewan Lotim telah memiliki laboratorium tipe C yang mampu melakukan deteksi dini adanya penyakit pada ternak.
Dengan sinergi antardaerah ini, diharapkan ketahanan pangan bidang peternakan dapat segera terwujud, menjadikan Indonesia lebih mandiri dalam memenuhi kebutuhan protein hewani nasional. (rus)

IKLAN

RELATED ARTICLES

IKLAN





VIDEO