BerandaNTBLOMBOK BARATSumbang Tiga Medali Cabor Gulat, Santriwati Ponpes Al-Muwahhidin Lelede Harumkan Nama Lobar...

Sumbang Tiga Medali Cabor Gulat, Santriwati Ponpes Al-Muwahhidin Lelede Harumkan Nama Lobar di Porprov 2026

Giri Menang (Suara NTB) – Mauza Alipia Putri dan Dena Maysarah Putri, dua orang santriwati Ponpes Modern Al-Muwahhidin Lelede, Kecamatan Kediri, Lombok Barat menorehkan prestasi membanggakan dalam bidang olahraga. Keduanya berhasil mengharumkan nama daerah Lobar dengan menyumbang tiga medali pada ajang Porprov NTB XII yang telah resmi berakhir pekan lalu.

Ditemui di Pondoknya, Rabu (29/7/2026), mereka ditemani pelatih Cabor Gulat Lobar Deny Hermansyah dan Pimpinan Ponpes Modern Al-Muwahhidin Ustaz Ahmad Mubarok Kholil S.Kom.

Mauza Alipia Putri, menceritakan awal terjun ke dunia olahraga gulat. Ia hobi gulat sejak kelas 2 SMP. Berkat latihan yang tekun yang difasilitasi pihak Pondok, ia pun bisa mengikuti berbagai kejuaraan.

Sala satu adalah Porprov NTB XII belum lama ini. Mauza sapaan akrab Dara kelahiran 2007 itu mengutarakan bagiamana perjuangannya bisa ikut Porprov dan mendapatkan mendali pada ajang akbar level provinsi tersebut. Ia menuturkan latihan keras secara konsisten dilakukan selama beberapa bulan. Dalam sepekan ia latihan tiga kali sesuai jadwal dari pelatih.

Selama latihan itu, ia harus menahan rasa sakit karena latihan fisik yang keras. Selain itu ia rela mengorbankan waktu demi latihan. Syukurnya dukungan dari pihak keluarga, Pondok dan pelatih hingga KONI sangat besar menjadi penyemangatnya.

“Alhamdulillah dukungan sangat luar biasa, orang tua saya bangga,” imbuhnya.

Kebanggaan orang tua dan dukungan dari berbagai pihak itu pun menjadi pelecut semangatnya dalam bertanding sehingga bisa mempersembahkan medali emas dan perunggu.
“Alhamdulillah, Saya dapat dua medali, masing-masing satu emas dan satu perunggu,” kata santriwati yang baru lulus Seleksi Nasional Berdasarkan Prestasi (SNBP) melalui jalur prestasi di Unram ini.

Tak lupa Mauza menyampaikan terima kasih kepada orang tua, pelatih dan Koni yang telah mendukungnya sejauh ini. Ia pun tak berpuas diri, karena ia menargetkan agar bisa mempersembahkan yang lebih baik lagi pada daerah kedepan.

Hal senada diungkapkan Dena Maysarah Putri, Santriwati di Pondok yang sama. Remaja kelahiran 13 Mei 2012 yang menyumbang medali perunggu itu mengaku ikut Porprov 2026 dari Cabor Gulat dengan bekal latihan yang keras.

“Latihannya sakit, tapi menyenangkan. Saya latihan seminggu tiga hari,” imbuhnya.

Remaja kelas 2 Madrasah Tsanawiyah itu mengaku, latihan yang diikuti dengan semangat sehingga terasa ringan. Pada Porprov itu ia melawan para altet dari berbagai daerah di NTB, dengan kualitas terbilang tinggi. Tetapi dari ratusan atlet yang bertanding, ia bisa keluar sebagai juara III dengan mendapat mendali perunggu. “Alhamdulillah bisa juara III, dapat medali perunggu,” imbuhnya.

Sama halnya dengan Mauza, ia belum paus dengan pencapaiannya sehingga ia pun akan terus berlatih untuk bisa mendapat prestasi lebih tinggi lagi kedepan. Selama menekuni Cabor Gulat, ia didukung oleh oleh orang tua, pondok dan KONI sehingga ia sangat berterima kasih atas pencapaian yang diperoleh atas dukungan tersebut.

Di tempat yang sama, Pelatih, Cabor Gulat Deny Hermansyah menyampaikan bahwa Cabor gulat baru pertama kali ikut pada Porprov XII NTB.

“Dan cabor gulat bisa menyumbang 19 medali, masing-masing 3 medali emas, 2 perak dan 14 perunggu,” sebutnya.

Di antara altet penyumbang medali itu, salah satunya berasal dari kalangan Santri dan Santriwati. Karena dalam proses penjaringan atlet, pihaknya memberikan ruang kepada semua pihak, termasuk dari sekolah-sekolah baik negeri maupun swasta, yang memiliki dasar gulat dan bela diri lain.

Menurutnya tidak menutup kemungkinan atlet dari sekolah swasta seperti Ponpes bisa meraih prestasi pada Cabor unggulan. “Alhasil, dari penjaringan itu mereka bisa mendapat medali pada Porprov ini,” imbuhnya.

Dalam melatih atlet-atlet ini tidak mudah, karena butuh izin dari sekolah. Tetapi berkat dukungan Pondok, sehingga proses latihan pun tidak terlalu berpengaruh.

Bedasarkan hasil Porprov ini menjadi bahan evaluasi Pihaknya kedepan, bagi atlet yang meraih perak dan perunggu dievaluasi lagi try in dan try out nya. Dari sisi dukungan koni menurutnya sudah maksimal, tinggal pemain dalam hal ini OPD diharapkan lebih ditingkatkan lagi. Sementara itu, Pimpinan Ponpes Modern Al-Muwahhidin Lelede Kediri Ustadz Ahmad Mubarok Kholil S.Kom mengaku bangga dengan santriwati yang meraih prestasi pada Porprov NTB.

“Kami bangga, awalnya kami ndak menyangka ya,” kata dia.

Awal mula Santriwatinya ikut Porprov, Mereka datang untuk minta izin latihan. Pihaknya pun mendukung mereka dengan mengizinkannya ikut latihan. “Dan pulangnya dapat medali, Alhamdulillah ini yang pertama cabang Gulat,” ujarnya.

Pihak Pondok sendiri mengembangkan ekstrakurikuler berbagai bidang olahraga.

Para santri ada yang latihan di pondok. Tetapi untuk olahraga khusus yang tidak ada fasilitas di pondok, santri dikirim keluar untuk ikuti latihan. Hal ini sebagai bentuk komitmen pihak pondok, tidak saja pada bidang akademik, tetapi juga mendukung pengembangan bakat dan minat santri dan santriwati. “Dan anak-anak ini tekun latihan,” ujarnya.

Selama ikut latihan pun mereka harus tetap belajar di pondok. Karena setelah latihan, mereka tidak pulang ke rumah, tapi kembali ke Pondok untuk belajar. (her)

IKLAN

RELATED ARTICLES

IKLAN





VIDEO