Taliwang (Suara NTB) – Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi (Disnakertrans) Kabupaten Sumbawa Barat (KSB) melalui UPTD Balai Latihan Kerja (BLK) kembali membuka Pelatihan Vokasi Nasional (PVN) Batch IV Tahun 2026. Program yang merupakan bagian dari pelatihan vokasi nasional Kementerian Ketenagakerjaan ini, ditujukan untuk meningkatkan kompetensi pencari kerja agar lebih siap memasuki dunia usaha dan dunia industri.
Kepala Disnakertrans KSB, Slamet Riadi, mengatakan pembukaan pelatihan tersebut merupakan kesempatan bagi masyarakat, khususnya para pencari kerja, untuk memperoleh keterampilan sesuai kebutuhan industri sekaligus meningkatkan daya saing tenaga kerja lokal.
“Melalui pelatihan ini kami ingin menyiapkan SDM yang kompeten, memiliki keterampilan sesuai standar industri, sehingga mampu bersaing di dunia kerja maupun membuka peluang usaha secara mandiri,” terang Slamet, Senin (3/8).
Pada pelatihan Batch IV tahun ini tersedia tujuh kejuruan yang dapat dipilih peserta pelatihan. Yakni, Pipe Welder SMAW 6G, pemasangan instalasi otomasi listrik industri, operator komputer muda, desain grafis muda, peracikan minuman kopi (Barista), pembuatan roti dan kue, serta menjahit pakaian dengan mesin.
Menurut Slamet, seluruh program pelatihan dirancang berbasis kompetensi dengan mengedepankan praktik, sehingga peserta memperoleh kemampuan yang benar-benar dibutuhkan dunia kerja. “Pelamar dapat memilih bidang sesuai minat dan bakatnya. Semua kejuruan memiliki prospek kerja yang baik karena disesuaikan dengan kebutuhan pasar kerja dan perkembangan dunia industri,” klaimnya.
Dalam laman pengumuman yang dilansir Disnakertrans KSB, pendaftaran pelatihan Batch IV itu sudah dibuka mulai 29 Juli hingga 12 Agustus 2026. Untuk syarat pendidikan, minimal lulusan SMA/SMK atau sederajat, berusia minimal 18 tahun, sehat jasmani dan rohani, serta bersedia mengikuti seluruh ketentuan pelatihan. Selain itu pelamar juga wajib memenuhi persyaratan administrasi seperti fotokopi KTP, KK, ijazah terakhir, dan pas foto 3×4 berlatar merah.
Slamet mengurai, peserta yang dinyatakan lulus seleksi akan memperoleh berbagai fasilitas selama mengikuti pelatihan. Selama pelatihan mereka akan dibimbing oleh instruktur yang kompeten dan bersertifikat serta menggunakan peralatan praktik yang memadai.
“Dan usai pelatihan mereka akan memperoleh sertifikat pelatihan dan sertifikasi kompetensi BNSP. Dan juga kami siapkan seragam, uang transportasi, konsumsi selama pelatihan hingga alat pelindung diri (APD),” kata Slamet.
Slamet berharap masyarakat KSB dapat memanfaatkan kesempatan pelatihan Batch IV ini, untuk mendapatkan keterampilan kerja yang sesuai kebutuhan industri terkini. “Segera mendaftar karena kuotanya terbatas. Dan terpenting pelatihan ini tidak saja menjadi bekal untuk memperoleh pekerjaan yang lebih baik tapi juga bisa menjadi modal membangun usaha secara mandiri,” imbuhnya.(bug)

