BerandaNTBSUMBAWA BARATLewat GEBRAK TBC, Dinkes KSB Jemput Bola Layani Warga Sasaran Berisiko

Lewat GEBRAK TBC, Dinkes KSB Jemput Bola Layani Warga Sasaran Berisiko

- Advertisement -

Taliwang (Suara NTB) – Penanganan Tuberkulosis (TBC) di Kabupaten Sumbawa Barat (KSB) mulai diarahkan pada pola pelayanan yang lebih aktif. Warga yang berisiko tidak hanya ditunggu datang ke tempat pemeriksaan, tetapi dijangkau langsung hingga ke rumah.

Pola tersebut diterapkan Dinas Kesehatan (Dinkes) KSB melalui Gerakan Bersama Tracking Kontak TBC Terintegrasi Cek Kesehatan Gratis (GEBRAK TBC KSB). Melalui Bidang P3KL, Dinkes KSB bersama UPTD Puskesmas Taliwang dan Puskesmas Taliwang II perdana menggelar aksi tersebut di Lapangan Lingkungan Bosok, Kelurahan Menala, Kecamatan Taliwang, Jumat (21/8).

Pada kegiatan ini, sebanyak 200 warga mengikuti pemeriksaan kesehatan. Selain skrining TBC, kegiatan juga mengintegrasikan layanan Cek Kesehatan Gratis (CKG) sehingga warga dapat memperoleh pemeriksaan kesehatan dalam satu rangkaian pelayanan. Keseriusan Dinkes KSB melaksanakan program ini pun ditunjukkan dengan kehadiran Kepala Dinkes KSB, dr. Carlof bersama jajaran, petugas puskesmas, TRC Ambulans, Agen Gotong Royong (AGR) dan kader Posyandu.

Kepala Dinkes KSB,Carlof saat menyampaikan sambutan dalam acara Gebrak TBC di kecamatan Taliwang pekan kemarin. (Suara NTB/ist)

Salah satu pendekatan utama GEBRAK TBC adalah tracking kontak. Sasaran yang telah teridentifikasi sebagai kontak serumah, kontak erat atau kelompok berisiko tetapi tidak hadir di lokasi pemeriksaan akan dijangkau melalui kunjungan rumah.

TRC Ambulans Puskesmas Taliwang dan Puskesmas Taliwang II menjadi bagian dari tim yang melakukan penjangkauan tersebut. Data sasaran yang belum hadir digunakan sebagai dasar untuk menentukan warga yang perlu didatangi dan diperiksa.

Langkah ini sekaligus memperkuat peran puskesmas sebagai penggerak pelayanan kesehatan di wilayahnya. Pelayanan tidak lagi hanya berlangsung di dalam gedung, tetapi melibatkan pustu, posyandu, kader, AGR, TRC Ambulans, keluarga dan masyarakat.

GEBRAK TBC KSB merupakan bagian dari penerapan SIAGA PRIMA KSB atau Sistem Integrasi dan Akselerasi Gerakan Pelayanan Primer Berbasis Risiko. Sistem ini menggabungkan data, jejaring pelayanan dan tindakan lapangan untuk menemukan masyarakat yang membutuhkan pelayanan kesehatan.

Integrasi dengan CKG juga memperluas peluang penemuan masalah kesehatan. Warga yang mengikuti CKG dan ditemukan memiliki gejala atau faktor risiko TBC dapat langsung diarahkan ke pemeriksaan TBC. Sebaliknya, peserta skrining TBC juga dapat memperoleh pemeriksaan kesehatan lainnya melalui CKG.

Kepala Dinkes KSB, dr. Carlof menilai penemuan dini penting untuk mencegah penularan dan memastikan pasien yang terkonfirmasi segera mendapat pengobatan. Kontak yang memenuhi kriteria juga dapat memperoleh pemeriksaan dan intervensi pencegahan sesuai program TBC.

Melalui pola tersebut, keberhasilan GEBRAK TBC tidak hanya diukur dari jumlah warga yang datang dan diperiksa. Sasaran yang berhasil ditemukan, kontak yang diperiksa, warga yang dijangkau melalui kunjungan rumah serta temuan yang mendapat tindak lanjut juga menjadi ukuran keberhasilan.

Dinkes KSB mendorong masyarakat tidak takut memeriksakan diri, terutama jika memiliki gejala atau pernah melakukan kontak dengan pasien TBC. Dukungan keluarga juga diperlukan agar pasien menjalani pengobatan sampai selesai dan tidak mendapat stigma.

GEBRAK TBC KSB menegaskan arah pelayanan kesehatan yang lebih aktif: warga yang datang dilayani, sementara masyarakat berisiko yang belum datang akan dicari dan setiap temuan ditindaklanjuti hingga tuntas.(*)

IKLAN

spot_img
RELATED ARTICLES

IKLAN











VIDEO