BerandaNTBFKIK Unram Kukuhkan 92 Dokter Baru, Siap Mengabdi untuk Pemerataan Layanan Kesehatan...

FKIK Unram Kukuhkan 92 Dokter Baru, Siap Mengabdi untuk Pemerataan Layanan Kesehatan Indonesia

Mataram (Suara NTB) – Fakultas Kedokteran dan Ilmu Kesehatan Universitas Mataram (FKIK Unram) kembali melahirkan tenaga medis baru melalui Upacara Pengambilan Sumpah Dokter Ke-57 yang berlangsung di Hotel Lombok Raya pada Selasa, 4 Agustus 2026.

Sebanyak 92 dokter resmi diambil sumpahnya dan siap mengabdikan diri dalam memberikan pelayanan kesehatan bagi masyarakat di berbagai wilayah Indonesia.

Selama menempuh pendidikan profesi, para dokter baru telah menjalani pembelajaran di berbagai wahana pendidikan yang dimiliki FKIK Unram, mulai dari Rumah Sakit Umum Daerah Provinsi NTB sebagai rumah sakit pendidikan utama, rumah sakit jejaring, puskesmas, hingga institusi pendukung seperti Lanal Mataram, Basarnas, dan BPBD NTB.

Pengalaman tersebut menjadi bekal dalam membentuk kompetensi dokter yang siap menghadapi tantangan pelayanan kesehatan di lapangan.

Dengan pengambilan sumpah ke-57 ini, FKIK Unram telah meluluskan 1.134 dokter sejak Program Studi Pendidikan Dokter berdiri pada tahun 2003. Capaian akademik lulusan juga menunjukkan hasil yang membanggakan, dengan persentase kelulusan first taker mencapai 92,9 persen, melampaui standar nasional yang ditetapkan sebesar 80 persen.

FKIK Unram juga terus memperkuat kapasitas pendidikan kedokteran melalui pengembangan program studi. Saat ini, FKIK Unram memiliki satu Program Magister Kesehatan Masyarakat. Serta sembilan Program Pendidikan Dokter Spesialis (PPDS) sebagai upaya mendukung pemenuhan kebutuhan dokter spesialis di Indonesia.

Sementara itu, Dekan FKIK Unram, Dr. dr. Arfi Syamsun, Sp.KF., M.Si., Med., mengajak para dokter baru untuk siap mengabdi di berbagai wilayah Indonesia. Termasuk daerah terpencil, terluar, dan tertinggal (3T). Menurutnya, kehadiran seorang dokter tidak hanya dibutuhkan untuk memberikan pelayanan kesehatan, tetapi juga menjadi inspirasi bagi masyarakat, khususnya generasi muda.

“Kalau ada kesempatan bertugas di daerah 3T, berangkatlah. Di sana ada masyarakat yang membutuhkan pelayanan kesehatan, dan ada anak-anak yang menunggu sosok inspirasi,” pesannya.

Ia berharap para dokter baru dapat menjalankan profesinya dengan penuh integritas, dedikasi, dan semangat pengabdian. Sekaligus berkontribusi dalam mewujudkan pemerataan layanan kesehatan di seluruh Indonesia. (ron/*)

IKLAN

RELATED ARTICLES

IKLAN





VIDEO