Mataram (Suara NTB) – Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) NTB meminta KONI kabupaten/kota untuk mempercepat proses mutasi atlet yang berasal dari luar daerah. Langkah ini diambil agar status legalitas para atlet dapat selesai tepat waktu, sehingga dipastikan siap membela NTB pada Pekan Olahraga Nasional (PON) XXII tahun 2028.
Sekretaris Umum (Sekum) KONI NTB, M. Nur Haedin, menjelaskan atlet dari luar daerah wajib melalui proses mutasi resmi untuk bisa bertanding atas nama daerah. Pasalnya, prosedur perpindahan atlet ini membutuhkan waktu hingga dua tahun, seluruh dokumen administrasi mutasi ditargetkan sudah harus rampung sebelum 1 September 2026.
“Nah, ini kita sedang menunggu laporan-laporan nanti secara teknis dari cabang olahraga maupun dari evaluasi dari KONI kabupaten/kota,” ujar M. Nur Haedin, Senin (3/8).
Aturan mutasi ini secara khusus ditujukan kepada atlet luar NTB yang sebelumnya memperkuat kabupaten/kota pada Pekan Olahraga Provinsi (Porprov) XII NTB dan berhasil menyumbangkan medali emas. KONI NTB ingin memastikan status keabsahan administrasi para peraih emas tersebut,agar tidak bermasalah di tingkat nasional.
“Nah, itu kita akan cek lagi terkait dengan administrasi legal formalnya dan proses mutasi yang sudah dilakukan oleh cabor atau KONI yang menggunakan atlet luar NTB itu untuk di ajang Porprov kemarin,” terangnya.
Sebagai salah satu tuan rumah penyelenggara PON 2028, KONI NTB mengusung target tinggi untuk menembus jajaran lima besar nasional. Untuk mencapai target tersebut, berbagai persiapan teknis terus dimatangkan mulai dari Pemusatan Latihan Daerah (Pelatda), kesiapan cabang olahraga (cabor), hingga integrasi atlet luar daerah.
“Karena NTB tuan rumah PON. Tentunya ada target memang yang sudah dikoordinasikan KONI provinsi bersama Pemda Provinsi NTB itu. Target kita bisa masuk peringkat lima besar di PON nanti 2028,” terangnya.
Selain memaksimalkan seluruh lini, KONI NTB tetap memberikan perhatian khusus pada cabor-cabor unggulan yang konsisten mendulang medali emas pada PON Aceh-Sumut sebelumnya. Seperti cabor Kempo, Muay Thai, Tarung Derajat, Tinju, Atletik, Dance Sport, dan Voli Pasir. Kendati demikian, pembinaan merata tetap diterapkan untuk seluruh cabor.
“Tapi kita harapkan semua cabor lah kalau bisa diusahakan. Supaya berjalan bersamaan semua. Karena mengukur Pelatda ini artinya mengukur keberhasilan kontingen dari Pelatda ini yang utama,” pungkasnya. (sib)

