PEMERINTAH Provinsi NTB klaim 42 persen tiket MotoGP Mandalika Tahun 2026 ludes terjual. Setelah dilaunching sejak Juli lalu dan pemberian diskon hingga 50 persen khusus warga NTB, masih jauh perhelatan MotoGP Mandalika, hampir setengah dari target penonton balap motor grand prix paling bergengsi di dunia ini telah membeli tiket di Mandalika.
Wakil Gubernur, Indah Dhamayanti Putri, mengatakan penjualan tiket tahun ini jauh lebih awal dibandingkan tahun 2025 lalu. Tahun lalu, penjualan tiket dimulai H-1 bulan, sedangkan di tahun ini penjualan dimulai sejak H-3 bulan.
“Tahun ini ada space waktu hampir 3 bulan yang kita harapkan mudah-mudahan tercapai penjualannya sebelum event ini terlaksana,” ujarnya, Rabu, 5 Agustus 2026.
Untuk membedakan event MotoGP tahun ini dengan tahun lalu, Pemprov NTB melakukan evaluasi total. Mulai dari side event, UMKM, perbaikan akomodasi, hingga infrastruktur yang rusak di jalan Bypass Mandalika.
Tahun ini, MotoGP Mandalika akan menghadirkan siswa SMK dan pelaku pariwisata untuk meningkatkan gaung event tahunan di NTB tersebut. Termasuk juga menyiapkan konektivitas baik laut, darat, maupun udara. Ditambah lagi, salah satu pembalap asal Yogyakarta juga akan tampil untuk memeriahkan MotoGP.
“Pak Kadis juga sudah membangun komunikasi tidak hanya memastikan transportasi udara, tapi transportasi laut juga kita harapkan bisa ada yang langsung ke pelabuhan kita,” katanya.
Menyinggung soal MotoGP Mandalika yang berdekatan dengan F1 Singapura, Wagub yang akrab disapa Dinda itu mengaku tidak terlalu khawatir akan hal tersebut. Sebab, baik MotoGP maupun F1 memiliki target pasarnya masing-masing.
Tahun ini, Pemprov menargetkan 140 ribu penonton MotoGP Mandalika. Untuk mencapai target tersebut, terdapat sejumlah hal yang perlu diperbaiki agar MotoGP tahun ini lebih baik dibanding sebelumnya.
“Nah, satu pasti soal penonton, tiket. Nah, tiket karena ini lebih awal dia, tiket MotoGP ini sudah di-publish. Maka mungkin akan lebih baik lah. Target kita memang 65 ribu penonton pada puncak. Jadi totalnya semuanya 3 hari ya, sekitar 140 ribu penonton lah,” ujarnya.
Yang kedua, mengenai akomodasi, ia mengatakan pihaknya sudah melaporkan ke Gubernur Lalu Muhamad Iqbal untuk menyesuaikan tarif ambang atas hotel, baik hotel yang ada di ring satu yang ada di Kawasan Mandalika, ring dua di Kawasan Mataram, Senggigi, dan seterusnya.
“Kita akan pastikan dengan pihak PHRI, pihak pengelola-pengelola penginapan untuk lebih membenahi tata kelola akomodasi ini. Supaya tidak selalu menjadi isu ya,” katanya.
Selanjutnya, yang tak kalah menjadi perhatian yaitu mengenai transportasi. Apalagi, setelah kejadian pemukulan yang menimpa sopir taksi online pada saat Pocari Sweat Run beberapa waktu lalu. Faozal mengatakan akan mengundang seluruh pelaku transportasi agar kejadian serupa tidak terulang.
“Kita akan coba komunikasikan lagi dengan teman-teman mengenai online transport ini. Karena kan dihadang terus ini. Kita harus selesaikan, nanti akan ada waktu khusus untuk kita bisa sosialisasi di sana juga ya,” jelasnya.
Begitupun dengan infrastruktur menuju Mandalika, sejumlah titik jalan dan jembatan Bypass Mandalika yang amblas di kilometer 11 sehingga sangat berbahaya jika tidak segera diperbaiki. Termasuk juga Penerangan Jalan Utama (PJU) yang ada di sekitar Bypass yang mati atau hilang. (era)

